BANJAR – Objek Wisata Taman Hutan Rakyat (Tahura) Sultan Adam, di Desa Mandiangin, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, saat ini makin menebarkan pesona keindahan.

Ini setelah Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel melakukan pembenahan dan peningkatan sarana prasarana.

Objek Wisata Tahura sendiri sempat ditutup sementara waktu dari aktivitas kunjungan wisata, menyusul terjadinya karhutla di sejumlah titik beberapa waktu lalu.

Namun seiring telah nihilnya titik api dan rampungnya pembenahan sarana prasarana, kini Objek Wisata Tahura dibuka kembali untuk umum sejak Rabu (25/12) kemarin.

Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, dalam sambutan tertulis diibacakan Sekretaris Daerah Kalsel, H Abdul Haris Makkie, mengatakan, wisata Tahura yang merupakan andalan masyarakat kini layak kembali dibuka.

“Wisata Tahura ini sudah selayaknya menjadi andalan Banua, tidak hanya pemerintah yang berperan untuk mempromosikan, tetapi juga masyarakat,” harap Gubernur.

Gubernur berharap masyarakat yang berkunjung dapat memviralkan melalui media sosial.

“Begitu juga pemberitaan para rekan media diharapkan ikut mempromosikan wisata Tahura ini,” papar Sekda Abdul Haris, mengutip pesan Gubernur saat membuka secara resmi Tahura Sultan Adam yang baru untuk umum, Rabu (25/12).

Paman Birin, sapaan akrab Gubernur Kalsel, mengharapkan Dinas lainnya dari masing-masing sektor harus memiliki jiwa enterpreneur untuk mengembangkan wisata Kalsel.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Prov Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq menambahkan, saat ini pihaknya sedang mengintensifkan pengelolaan wisata Tahura kurang lebih 200 ribu hektar dari luas tahura saat ini 112 ribu hektar.

“Secara umum, menurut Unesco yang beberapa waktu lalu melakukan asistensi ke beberapa Geosite di Kalsel, termasuk Tahura sudah dapat menjadi Unesco Geopark andalan.

“Kita hanya perlu menambah Museum Geopark, karena di sini masuk dalam daftar Geosite Unesco Geopark 2021,” tuturnya.

Untuk meningkatkan pada level internasional bukan hanya pembangunan saja, namun juga fasilitas serta pelayanannya juga harus sesuai dengan standar. Hal tersebut yang sedang diupayakan oleh Dinas Kehutanan Prov Kalsel.

Ia mengungkapkan pula, Tahura Sultan Adam pada Tahun 2019 menargerkan pendapatan sebesar satu miliar. Dan kini sudah melebihi target yakni 1,6 Miliar Rupiah. (dev)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here