Proyek Masjid Bambu Kiram Dianggarkan Rp 15 M

0
677

BANJAR – Tahun 2020, Pemprov Kalsel bakal mengalokasikan dana besar untuk pembangunan masjid di Desa Kiram, Kabupaten Banjar. Dana untuk pembangunan masjid yang dirancang sebagian besar terbuat dari bambu itu tidak sedikit, yakni Rp15 miliar.

Kepala Dinas PUPR Kalsel, Roy Rizali Anwar membenarkan hal tersebut. Dia menyebut anggaran tersebut di berikan untuk memdukung rencana kawasan ekonomi khusus pariwisata di Kiram, Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, Mandiangin dan sekitarnya.

“Fasilitas pembangunan Masjid Bambu, rencana lokasi kita bangun di Desa Kiram, rencananya dialokasikan Rp 15 miliar di 2020,” Kata Roy usai rapat dengan Komisi III DPRD Kalsel, Kamis (2/1).

Roy menyebut ada tiga alasan Pemprov memilih lokasi di bangunnya Masjid Bambu tersebut. Pertama, demi mendukung kawasan wisata Taman Gubernur. Kedua, Daerah sekitar Kiram masih kekurangan masjid yang cukup layak. Dan ketiga, jadi ikon wisata karena masjid terbuat dari bambu.

Namun secara rinci ternyata tidak semua bangunan di buat dari bambu. Untuk pondasi dan struktur utama, akan dibuat dari beton dan sisanya akan di buat dari bambu. “Rencana bangunan bisa bertahan minimal 10 tahun, jika dengan perawatan lebih dari itu,” sambungnya.

Untuk menguatkan bambu, juga akan ada cairan kimia yang dioleskan sebagai pelapis.  Material utama seperti bambu akan didatangkan tak jauh dari lokasi pembangunan.

Rencananya luas bangunan Masjid Bambu ini kurang lebih 200 meter persegi dan mampu menampung jamaah hingga 400 orang lebih. Diperkirakan akan mampu diselesaikan selama kurun waktu 10 bulan pada tahun 2020 ini atau diprediksi dapat diselesaikan pada akhir tahun nanti.

Selain untuk konstruksi bangunan, anggaran milyaran tersebut  digunakan untuk biaya pembebasan lahan warga. Sehingga, tanah yang akan didirikan Masjid Bambu itu nantinya akan jadi aset Pemprov.

Rencana pembangunan Masjid Bambu itu mendapat respon positif DPRD Kalsel. Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Sahrujani dengan tegas menyatakan dukungannya pembangunan Masjid Bambu.

“Bambu sendiri di tempat kita mubazir. Tapi kalau memerlukan kualitas dari Jawa untuk membangun Masjid Bambu kenapa tidak,” katanya usai rapat dengan Dinas PUPR.

Ditanya soal anggaran Rp 15 miliar, politisi Partai Golkar ini mengganggap realistis. Apalagi, ujarnya, untuk mengawetkan bambu perlu pelapis kimia.

Ia kembali mengungkap kalau bangunan utama tetap menggunakan beton. “Ini bisa menunjang pariwisata yang mana ini akan menjadi pendapatan daerah kita. Masjid Bambu baru pertama di Indonesia,” katanya. ary

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here