BANJARMASIN – Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin mewisuda 1.037 mahasiswanya di Gedung Sultan Suriansyah, Banjarmasin, Rabu (15/1).

Dua wisudawati UNISKA diganjar hadiah berupa ibadah umrah oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor.

Mereka adalah Farida Kusuma Wardhani lulusan dari Program Pendidikan Magister (S2) Ilmu Komunikasi dan Niti Lestari dari S2 Manajemen UNISKA Banjarmasin.

Farida dan Niti diganjar hadiah lantaran meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi.

Dua wisudawati ini berhasil lulus dengan IPK 4.00 kualifikasi kelulusan dengan pujian.

Paman Birin —sapaan akrab Gubernur Kalsel— berkata, hadiah ini diberikan sebagai bentuk apresiasi. Sebab menurutnya memperoleh IPK 4.00 bukan hal yang mudah.

“Karena saya bangga melihat IPK yang tadi. Sebagai bentuk apresiasi, susah nyari 4 lo,” ucapnya saat menghadiri Wisuda ke XLI UNISKA.

Menurutnya Paman Birin, para wisudawan/wisudawati berkualitas akan bisa beradaptasi di masa akan datang, sehingga tak bingung dalam mencari pekerjaan.

“Kalau perlu anda yang menciptakan pekerjaan. Semua itu bisa asal ada semangat yang tinggi, yakin, dan terus bergerak,” katanya.

Alumni UNISKA ini juga berharap, kelulusan para sarjana tak hanya memiliki kualitas intelektual tetapi juga kualitas spiritual yang harus seimbang.

Adapun Rektor UNISKA MAB Banjarmasin, Abdul Malik mengungkapkan, terdapat 2.072 orang yang dikukuhkan sebagai wisudawan XLI ini. Jumlah itu terdiri atas 2.009 lulusan jenjang pendidikan Strata-1 (S1) dan 63 lulusan Strata-2 (S2).

Wisuda XLI ini dibagi menjadi dua sesi. Untuk wisuda sesi pertama terdapat 1.037 wisudawan dari 10 program studi, sedangkan di sesi kedua terdapat 1.035 wisudawan.

“Wisuda ke-41 ini dibagi menjadi dua sesi. Dilaksanakan hari ini tanggal 15 Januari, nanti dilanjutkan di 16 Januari 2020,” ujar Abdul Malik.

Selain itu Abdul Malik berharap, para wisudawan/wisudawati UNISKA yang lulus tak hanya berpikir untuk menjadi pekerja di tempat orang lain, akan tetapi mampu menciptakan lapangan kerja baru.

“Mahasiswa harus bisa mencari dan mengeksplorasi setiap peluang yang ada di tengah tantangan era digitalisasi saat ini. Selain itu niat dan nyali yang besar juga diperlukan untuk menciptakan lapangan kerja yang baru,” tukasnya. (end)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here