BANJARMASIN – Provinsi Kalimantan Selatan terus mengembangkan sektor-sektor baru perekonomian daerah.

Sektor baru itu seperti yang diterus ditekankan Gubernur H Sahbirin Noor adalah sektor sumber daya alam terbarukan.

Hal tersebut dipaparkan Sekretaris Daerah Provinsi  Kalsel, H Abdul Haris, MSi membuka Forum Koordinasi Investasi Daerah Kalsel, di Kanwil Bank Indonesia Prov Kalsel, Rabu (15/1).

Paman Birin, sapaan akrab Gubernur Kalsel, lanjut H Abdul Haris sangat mengapresiasi pelaksanaan forum koordinasi investasi daerah yang diinisiasi Kanwil Bank Indonesia Kalsel.

“Kami berterima kasih kepada Bank Indonesia yang telah memfasilitasi pelaksanaan forum ini. Forum sejalan dengan semangat mendorong akselerasi pembangunan ekonomi daerah, mengembangkan sumber baru pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Diungkapkan Abdul Haris, Kalsel sangat terbuka sekaligus memiliki potensi untuk pengembangan sektor investasi.

Terlebih dengan telah beroperasinya terminal baru Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin.

Dengan selesai dan beroperasinya Bandara Syamsudin Noor ini, sebut Abdul Haris, menjadi momentum percepatan pembangunan infrastruktur di Kalimantan Selatan serta menjadi faktor penting dalam menyongsong “Visit Kalsel Year 2020”.

Hadirnya Bandara Internasional Syamsudin Noor juga berdampak positif pada perekonomian Kalsel secara keseluruhan, terlebih dalam mendukung keberadaan calon ibukota negara baru di Kalimantan Timur.

”Mengingat besarnya peran Kalsel sebagai provinsi penyangga ibukota negara baru, seluruh pemangku kepentingan perlu menyadari pentingnya mendorong sumber-sumber baru pertumbuhan ekonomi,” tandasnya.

Kehadiran investor dan realisasi investasi, khususnya infrastruktur, menjadi salah satu kunci utama dalam mewujudkan transformasi perekonomian Kalimantan Selatan.

Melalui forum koordinasi investasi daerah Kalimantan Selatan ini, Sekdaprov berharap sinergi dari seluruh pihak semakin kuat untuk mengakselerasi percepatan realisasi investasi di daerah, khususnya Kalimantan Selatan.

Ini selaras upaya mewujudkan visi Kalsel mapan “maju dan terdepan” dapat terwujud.

Sebelumnya, Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor gigih mempromosikan peluang investasi unggulan daerah, baik kepada pengusaha lokal, nasional, dan internasional.

Ia menginstruksikan dinas teknis di jajarannya bekerja keras lagi menawarkan investasi ke segenap stakeholder dan para pelaku usaha.

salah satu potensi strategis Kalsel layak untuk dipromosikan adalah sumber-sumber daya alam yang terbarukan, seperti kepariwisataan, perkebunan, pertanian, dan sumber daya lainnya.

Gubernur Sahbirin Noor membuka pintu selebar-lebarnya untuk para investor yang ingin menanamkan modalnya di banua.

Sebagaimana diungkapkan Kepala DPMPTSP, Nafarin, beberapa waktu lalu. Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI pada tahun 2018, realisasi investasi di Kalsel menduduki peringkat 9 dari 34 Provinsi.

Untuk PMDN nilai invetasi Rp 9.975 triliun dan peringkat 25 dari 34 provinsi.

Untuk PMA dengan nilai investasi Rp 1.730 triliun. Total realisasi invetasi PMA dan PMDN sebesar Rp 11.705 triliun.

Mengacu RPJMD Kalimantan Selatan Tahun 2016-2021, target yang diberikan untuk Kalimantan Selatan Rp 9,2 triliun. Jika dibandingkan realisasi investasi tahun 2018, terealisasi sebesar 127,2 persen.

Sedangkan tahun 2019 pada triwulan pertama, realisasi investasi di Kalsel sebesar US$ 162,35 juta untuk PMA dan Rp 620 miliar untuk PMDN dari target sebesar Rp 10,5 triliun.

Sementara itu Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalsel, Herawanto, menjelaskan, forum ini bernilai strategis bagi upaya bersama meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. (rny)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here