TAPIN – Menteri PUPR meresmikan  Jembatan Sungai Puting dan 3 overpass yang melintas di atas Sungai Puting, atau ada yang menyebutnya Jembatan Antang, Sabtu (8/2) Jembatan sepanjang total 350 meter dengan lebar 8 meter ini terletak diantara Desa Sungai Puting, Kecamatan Candi Laras Utara (Tapin) dan Kecamatan Bakumpai (Barito Kuala).
Keberadaan jembatan ini sangat vital. Karena bisa menghubungkan dua wilayah kabupaten di Kalsel yang tadinya terpisah oleh sungai dan rawa.
Pembangunan jembatan dan overpass ini murni dibiayai oleh 4 perusahaan tambang batu bara yang beroperasi di wilayah tersebut melalui perjanjian kerjasama (PKS) dengan Dinas PUPR padatahun 2017 menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) senilai total Rp 189 miliar.⁣

Keempat perusahaan tersebut adalah PT Antang Gunung Meratus (jembatan senilai Rp 66,5 miliar), dan 3 overpass dibangun masing-masing oleh PT Talenta Bumi di KM 46,9 (senilai Rp 36,4 miliar), PT Binuang Mitra Bersama di KM 54 (senilai Rp 41,7 milar) dan PT Hasnur Jaya International di KM 60 senilai Rp 35,4 miliar.
Pembangunan jembatan dengan skema CSR ini menurut Menteri PUPR dapat jadi model baru sebagai alternatif pembangunan infrasfruktur.

“Selama saya jadi Menteri baru pertama kali saya resmikan sarana dan prasarana di jalan nasional yang dibangun oleh pengusaha melalui program CSR,” ujar Basuki. ⁣
“Biasanya pembangunan jembatan menggunakan APBN atau KPBU. Jadi ini program yang patut kita apresiasi dan bisa dijadikan model,” kata Basuki

Tentu saja warga di kedua kabupaten bertetangga itu menyambutnya riang gembira.⁣
Selama ini, mereka terpisah oleh perairan dan rawa. Mereka tadinya menggunakan kapal atau feri buat menyeberang. Bahkan terkadang harus antre berjam jam.⁣

“Dengan adanya jembatan ini, 2 kabupaten akhirnya bisa terhubung. Sebelumnya, kami masyarakat kabupaten Tapin merasa terasingkan,” kata Bupati Tapin, Muhammad Arifin Arpan.

Jembatan ini juga memangkas jarak dengan provinsi tetangga Kalimantan Tengah, yang ingin ke Batola atau Banua Anam, Kalsel. Demikian juga bagi warga Banjarmasin yang bepergian ke Banua Anam atau sebaliknya.

Warga tidak perlu lagi berputar melalui jalan A Yani melintasi Kota Banjarbaru dan Kab Banjar. Cukup dg menggunakan jalur ini, sudah bisa menghemat jarak, waktu tempuh dan biaya. Akses bagi Kabupaten Batola kini juga sudah semakin terbuka. Ary

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here