BANJARBARU – Salah satu visi ke depan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor adalah berupaya menggeser ketergantungan pertumbuhan ekonomi Kalsel dari sektor tambang ke sektor terbarukan seperti sektor pariwisata, ekonomi kreatif serta petanian dan perkebunan. Sektor pertanian dan perkebunan terus digenjot pertumbuhannya melalui berbagai kebijakan kemudahan berinvestasi dan memberikan stimulan kepada pelaku usaha dan para petani.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Prov Kalsel, drh Suparmi baru-baru tadi  mengatakan, akan terus mengawal instruksi dari Gubernur Kalsel untuk mengawal program perkebunan dan peternakan, sehingga berdampak langsung kepada masyarakat.

Secara rinci, Suparmi menjelaskan, Kalsel termasuk salah satu penghasil karet, luas areal perkebunan karet hingga saat ini mencapai 270.205 ha.

Itu terdiri dari 244.421 ha karet rakyat, 13.932 ha perusahaan karet negara, dan 12.472 ha perusahaan karet swasta dengan produksi 192,213 ton/tahun bokar yang diusahakan oleh 193.344 kk.

Jumlah pabrik karet yang ada saat ini sebanyak 11 (sebelas) unit dengan kapasitas terpasang sebesar 273.400 ton/tahun, terdiri dari pabrik crumb rubber 9 unit dan sir 10 dan sir 20 serta rubber smoke sheet/rss 2 unit.

Dari data tersebut menunjukan bahwa pabrikan masih kekurangan bahan baku sebesar 79,970 ton/tahun atau 29,09%.

Selain itu, saat ini  Unit Pengelolaan dan Pemasaran Bahan Olah Karet (UPPB) yang sudah terbentuk sebanyak 133 unit (20,46%) dari total target 650 unit UPPB yang diperlukan di Kalsel.

Dalam 5 tahun ke depan, UPPB sebanyak 650 dapat dipenuhi.

“Kami selalu siap untuk mengawal program tersebut agar dikawal dengan benar, beliau juga meminta kepada kami agar program-program yang dibuat ataupun diusulkan berdampak langsung kepada masyarakat,” tegas Suparmi. Ary/rny

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here