BANJARMASIN – Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, H Abdul Haris, mewakili Gubernur Kalsel, membuka Rapat Koordinasi Persiapan Penyaluran Bansos Pangan di Kalsel, Rabu (11/3), di Swiss Bell Hotel Borneo Banjarmasin.

Gubernur H Sahbirin Noor dalam sambutan tertulis dibacakan Sekda Abdul Haris mengapresiasi komitmen Kementerian Sosial (Kemensos) RI dalam mengembangkan program bantuan sosial kepada masyarakat.

Terlebih komoditi pangan masih penyumbang terbesar dalam membentuk garis kemiskinan.

“Kita (di Kalsel) masih ada penduduk miskin, itu menjadi tanggung jawab negara dan pemerintah daerah,” katanya.

Diharapkan gubernur, penyaluran bantuan berupa sembako ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin bagi kepentingan umum.

Selain itu Paman Burin, sapaan akrab Gubernur Kalsel, juga berharap ada penguatan melalui edukasi atau keahlian kepada penerima manfaat

Ini agar ke depan para penerima manfaat bisa menjadi pemberi manfaat.

“Waktu yang akan datang, mereka bukan lagi sebagai penerima manfaat, tetapi mungkin dalam bentuk pekerjaan yang diberikan kepada masyarakat atau penduduk di sekitar mereka,” urainya.

Sementara Kepala Dinsos Kalsel, Siti Nuriyani mengatakan, bentuk bantuan diberikan dalam sistem non-tunai melalui rekening khusus kepada setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Arahan Kementerian Sosial dari Maret hingga Agustus. Kalau dulu 110 ribu sekarang lebih tinggi menjadi 200 ribu per KPM,” ucapnya.

Data dihimpun, sebanyak 151.455 KPM di wilayah Kalsel akan menerima bantuan tersebut. Bantuan tersebut dapat digunakan untuk membeli bahan pangan sembako setiap bulannya.

“Sekarang lebih lengkap. Ada protein seperti daging ayam, sapi, ikan segar, juga sayur dan buah. Semua untuk masyarakat penerima manfaat,” ungkapnya.

Agar tepat sasaran, data juga akan terus diperbaharui dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Input data akan diambil dari seluruh kabupaten/kota. (rny)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here