BANJARMASIN – Rumah Sakit Daerah Ulin menerima Alat Pelindung Diri (APD), yakni 100 baju, 25 sepatu boot, dan 25 kacamata google dari tim Gugus Tugas Pencegahan Pengendalian dan Penanganan Covid-19 Kalimantan Selatan.

APD diserahkan langsung Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalsel, H Wahyudin, kepada Wadir Umum dan Keuang­an RSUD Ulin Banjarmasin, HM Sjah Jehan, Selasa (31/3) siang.

Wadir Umum dan Keuang­an RSUD Ulin Banjarmasin, HM Sjah Jehan mengatakan, APD yang diterimanya kali ini bersumber dari Dana APBD Kalsel. “100 baju itu kami terima dulu, sisanya nanti menyusul,” ujarnya.

Dikatakannya, makin tingginya jumlah pasien yang dirawat membuat kebutuhan APD bagi tim medis di RSUD Ulin makin tinggi juga.

Disampaikanya, kebutuhan RSUD Ulin Banjarmasin akan APD dalam sehari mencapai 50, bahkan lebih. “Kebutuhan kita dalam sehari mencapai 50 APD hingga lebih, APD itu hanya sekali pakai, kalau jumlah 100 hanya untuk 2 hari,” ucapnya.

Dirinya juga mengungkapkan, saat ini pihaknya sangat membutuhkan APD untuk pencegahan penularan Covid-19.

“Persediaan ada, tetapi minim. Bantuan pemerintah pusat kemarin tinggal 150-an saja. Dengan meningkatnya pasien kita harus tambah banyak lagi,” ujarnya, ketika dihubungi via telepon.

Karena kondisi itu, ia meminta masyarakat untuk mematuhi imbauan yang sudah disampaikan agar tidak beraktivitas di luar rumah jika bukan untuk keperluan penting dan mendesak.

Hal itu dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, sekaligus mengurangi beban tim medis.

APD merupakan keseluruhan alat kesehatan yang berguna untuk melindungi petugas medis dari virus dan bakteri, mencakup sarung tangan, masker bedah, masker n95 dan face shield, kacamata google, coverall jumpsuit (baju pelindung), hingga cover sepatu.

Sementara itu, jumlah positif Covid-19 di Kalsel kembali bertambah. Dari data yang dirilis tim gugus tugas Pencegahan Pengendalian dan Penanganan Covid-19 Kalsel, per Selasa (31/3) pukul 16.00 Wita sudah mencapai 8 orang.

Di mana di hari sebelumnya, jumlah pasien yang terkonfirmasi positif hanya 5 orang. Tak hanya yang terkonfirmasi positif bertambah, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) pun bertambah. Jumlahnya kini mencapai 1.231 orang. (syh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here