Pembatasan Masuk Kalsel: Operasional Maskapai Dibatasi, Kapal Penumpang Dilarang Masuk

0
344

Banjarbaru- Kebijakan pembatasan orang masuk ke wilayah Kalsel, bakal berimplikasi pada penurunan frekwensi lalu lintas di pintu gerbang masuk Kalsel baik jalur darat, udara dan laut. “Kebijakan pembatasan masuk berdasar SK Gubernur dimaksudkan pembatasan orang untuk masuk wilayah Kalsel baik melalui jalur pintu gerbang laut udara dan darat,” papar Wahyuddin, Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Kalsel, (Rabu 1/4) petang.

Untuk jalur udara, operasional penerbanngan bandara dibatasi menjadi satu penerbangan setiap harinya baik dari atau ke Kalsel. “jumlah penerbangan satu kali masing-masing tujuan untuk tiap maskapai  dan waktu mulai operasi bandara juga dikurangi. Maskapai juga diharapkan melakukan social distancing di ruang kabin penumpang misalnya mengosongkan seat (kursi) yang di tengah,” ujar Wahyuddin.

Diungkapkan, pihak Gugus Tugas juga telah menerima surat edaran yang dikeluarkan oleh Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banjarmasin 1 terkait pembatasan arus keluar masuk orang di wilayah pelabuhan Banjarmasin. Surat edaran KSOP Banjarmasin itu  ditembuskan antara lain kepada Gubernur Kalsel dan Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Kalsel.

Dalam surat edaran KSOP, termaktub pelarangan masuk bagi kapal yang mengangkut penumpang serta mobil pribadi untuk masuk di wilayah pelabuhan Banjarmasin.

Pergantian awak kapal juga dilarang dilakukan di wilayah pelabuhan Banjarmasin dan awak kapal dilarang turun untuk melakukan berbagai kegiatan. Surat edaran ini diterangkan efektif berlaku mulai 1 April 2020.

Menurut Wahyuddin, Gubernur Kalsel juga meminta kepada para Bupati dan Walikota se Kalsel agar  memperhitungkan dampak sosial dan ekonomi atas kebijakan pembatasan masuk ini. “Para Bupati dan Walikota juga agar terus memantau kondisi petugas medis di daerah masing-masing,” jelas Wahyuddin.

Terakhir, Gubernur Kalsel juga menginstruksikan kepada seluruh kepala daerah se Kalsel agar  mengerahkan seluruh sumber daya baik personel, anggaran dan peralatan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus covid 19 ini. Kepada rumah sakit di daerah-daerah maupun rumah sakit swasta agar segera menyediakan ruang isolasi bagi penanganan pasien corona agar dapat melakukan perawatan kepada pasien dengan status PDP. ary

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here