Kinerja Petugas Surveilance Deteksi Kasus Covid Diakui

0
322

Banjarbaru- Meningkatnya jumlah temuan kasus positif di Kalsel dinilai merupakan buah kesiapsiagaan petugas surveilance epidemiologi di lapangan dalam mendeteksi penularan virus Corona. “Peningkatan jumlah kasus positif dari sisi epidemiologi justru merupakan kinerja yang baik dari petugas surveilance di lapangan dalam mendeteksi kontak- kontak erat yang ada dan klaster yang diduga sehingga didapatkan temuan kasus positif Covid secara cepat,” papar HM Muslim Jubir Percepatan Penanganan Covid 19 Kalsel, Minggu (19/4) di Command Center Setdaprov Kalsel Banjarbaru.

Terdeteksinya kasus positif secara cepat adalah sebuah upaya yang baik untuk mendapatkan tata kelola pencegahan penularan Covid baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. “ Temuan kasus positif semakin cepat terdeteksi maka semakin cepat ditangani baik itu dengan isolasi mandiri, isolasi di gedung karantina khusus atau di rujuk ke rumah sakit,” kata Muslim.
Kecepatan identifikasi di lapangan terhadap orang terduga maka semakin cepat dapat dilakukan pencegahan resiko penularan Covid.
Berdasar data, dari 7 pasien positif Covid yang meninggal berusia 47 sampai 59 sebanyak 3 orang dan usia 60 tahun keatas sebanyak 4 orang.

“Kemudian berdasar data rata-rata pasien positif yang meninggal punya penyakit penyerta seperti jantung dan diabetes melitus,” ungkap Muslim.

Karena itulah perlu ada perhatian khusus bagi ODP dan PDP yang punya penyakit penyerta dan usia beresiko tinggi. “ODP dan PDP  beresiko tinggi akan dikelompokkan untuk menekan jumlah kematian akibat Covid,” ungkap Muslim.

Dilaporkan juga, hingga pada hari ini sudah dilakukan rapid test terhadap 1184 orang hasilnya yang reaktif sebanyak 208 orang atau 11,04 persen reaktif.

Hasil rapid test ini akan ditindaklanjuti dengan melakukan karantina mandiri kepada bersangkutan atau dilakukan isolasi khusus serta menjalani tes PCR. (syh/ary)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here