Oleh IBG Dharma Putra

Epidemiologis


Sejak pandemi Covid-19 dilaporkan telah terjadi di Provinsi Kalimantan Selatan, yaitu sejak dilaporkannya kasus pertama terkonfirmasi positif, Paman Birin selaku Gubernur Kalimantan Selatan dengan amat segera mengumpulkan jajarannya sekaligus memerintahkan agar dilakukan sosialisasi kepada masyarakat sejak dini, dilakukan percepatan pelacakan dan penemuan kasus sehingga dapat diantisipasi agar tidak terjadi penularan, mempersiapkan sarana prasarana kesehatan untuk mengantisipasi jika ditemukan kasus baru, serta mempersiapkan bantuan sosial bagi masyarakat yang terdampak.

Pada kurun waktu yang tidak terlalu lama sejak penemuan kasus pertama itu, Paman Birin meminta untuk sesegeranya disiapkan 3 juta masker yang rencananya akan dibagikan kepada seluruh masyarakat selain pegawai pemerintah, TNI, Polri, dan pegawai perusahaan besar. Setiap anggota masyarakat direncanakan mendapat dua buah masker, sehingga bisa dicuci dan dipakai silih berganti.

Di luar keterlambatan teknis birokratis yang akhirnya terjadi, perintah dari seorang Paman Birin sebagai Gubernur Kalimantan Selatan adalah sebuah perintah yang sangat mendasar jika dilihat dari sudut pandang antisipasi keadaan, juga dari sudut pandang epidemiologi, kesehatan, dan sosial.

Dan hal yang terpenting dilihat dari seorang Paman Birin pada perintah itu adalah bahwa Paman Birin ternyata bukan sekedar memerintahkan stafnya saja, akan tetapi juga langsung memberikan contoh nyata. Perintah itu dicontohkannya dengan kegiatan yang bersifat pribadi, dengan secara langsung membagikan masker dan sembako kepada masyarakatnya tanpa mengenal lelah, hampir setiap malam Paman Birin mendatangi masyarakatnya dari rumah ke rumah untuk berbagi.

Datang berbagi dari rumah ke rumah dan tidak mengumpulkan masyarakat adalah sebuah strategi berbagi yang sangat tepat dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini.

Pemahaman Paman Birin terhadap cara penularan Covid-19 lebih terlihat lagi dengan kewajiban menggunakan masker bagi diri pribadi dan rombongannya, tidak bersalaman (bersentuhan), rajin cuci tangan, serta selalu mengingatkan untuk menjaga jarak dan tidak berkerumun.

Kepada rombongan, walaupun jumlahnya sangat sedikit, selalu diminta sekaligus dicontohkan kepatuhan terhadap kaidah-kaidah pencegahan penularan Covid-19 secara ketat. Dalam bahasa umum, Paman Birin selalu berkata, “patuhi ketentuan bermasker dan jaga jarak, agar niat baik ini tidak berubah menjadi bencana bagi masyarakat”.

Di lain sisi, disela-sela kiprahnya sebagai gubernur dan dalam kesehariannya sebagai pribadi, Paman Birin bukan tidak tahu akan adanya keterlambatan teknis di jajaran birokrasinya. Paman Birin memilih untuk tidak menyalahkan, tetapi secara diam-diam ia mencari informasi agar dapat mengetahui penyebab masalah sehingga dapat membantu menyelesaikannya.

Kumpulan informasi itulah yang berujung pada perintah Paman Birin kepada Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan dan Hanief FN, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, untuk memberikan perhatian khusus kepada Gugus Tugas yang sudah ada serta melengkapi dan sekaligus melibatkan semua sektor dalam pengendalian pandemi Covid-19 di wilayah Kalimantan Selatan.

Perintah kepada Hanief FN diduga didasari oleh kepercayaan sekaligus penghargaan Paman Birin kepada prestasi Hanief FN sebagai influencer peringkat satu di kalangan birokrat di Kalimantan Selatan. Dan perintah tersebut menjadi lebih nyata untuk dilaksanakan setelah Hanief FN ditunjuk sebagai plt Kepala BPBD sekaligus sebagai Wakil Ketua Harian Satuan Tugas Percepatan Pengendalian Covid-19 Provinsi Kalimantan Selatan.

Duet yang saling melengkapi antara Sekretaris Daerah Provinsi dengan Kepala BPBD, sebagai Ketua Harian dan Wakil Ketua Harian, dalam melakukan percepatan pegendalian dengan melengkapi organisasi Gugus Tugas, melibatkan semua komponen daerah serta melakukan pergeseran strategi ke arah yang lebih partisipatif, humanis, dan berdasarkan keilmuan.

Pergeseran tersebut merupakan pilihan yang paling appropriate sekaligus tepat, baik dari manajemen, epidemiologi, kesehatan serta sosial. Sebuah pergeseran yang sejalan dengan perintah yang didapat oleh dua sekawan ini dari Paman Birin.

Sebuah pergeseran yang bisa membuat pengendalian menjadi lebih bermanfaat dan hemat anggaran, sekaligus lebih memerlukan peran serta masyarakat dan menuntut peningkatan kinerja dari para petugas.

Di bawah koordinasi Sekretaris Daerah, tantangan peningkatan kinerja tersebut telah terjawab dan dilaksanakan oleh semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang terlihat dari keterlibatannya secara total dalam pelaksanaan Komunikasi, Informasi, Edukasi (KIE) kepada masyarakat, dan amat sangat gencarnya pelaksanaan penemuan kasus secara aktif di masyarakat.

Paman Birin yakin akan pentingnya KIE dan keterlibatan peran serta masyarakat untuk keberhasilan pengendalian kasus Covid-19, sehingga Paman Birin sendiri yang meluncurkan kegiatan ini sekaligus sebagai bentuk apresiasi dan pemberian semangat secara langsung oleh gubernur.

Di hari yang lain, Paman Birin terbukti secara langsung memberi semangat dan motivasi kerja kepada Ketua dan Wakil Ketua Gugus Tugas. Dan di kesempatan yang sama, Paman Birin meminta kepada semua anggota Gugus Tugas untuk melanjutkan semua strategi yang sudah dirancang dengan tetap mentradisikan evaluasi rutin sebagai bahan penyempurnaan dan perbaikan kegiatan di lapangan.

Dalam arahannya, Paman Birin memaparkan bahwa mendadaknya kejadian Covid-19 ini menyadarkan kita semua akan adanya kekurangan sistem deteksi dini serta respon cepat terhadap bencana di Kalimantan Selatan. Deteksi dini dan respon cepat tersebut sangat terlihat tidak sempurna, khususnya untuk bencana non alam. Dan ia meminta agar semua proses penyempurnaan yang sudah dimulai oleh Gugus Tugas dilanjutkan.

Paman Birin memahami bahwa upaya penyempurnaan itu membutuhkan waktu dan tak dapat segera digunakan untuk mengejar keterlambatan yang sudah terjadi, tetapi Paman Birin mempunyai keyakinan bahwa pecepatan akan segera dimulai dengan adanya penyempurnaan sistem informasi tersebut.

Paman Birin juga sangat menyadari akan adanya hutang temuan kasus karena keterlambatan di awal, sekaligus menyadari bahwa akan terjadi lonjakan temuan kasus jika strategi dan sistem yang sudah dibenahi mulai diterapkan. Sebuah lonjakan logis karena kasus baru ditemukan bersamaan dengan kasus lama yang tidak ditemukan sebelumnya.

Paman Birin meminta lonjakan temuan kasus ini dipandang secara proporsional sekaligus profesional, sehingga bisa dilihat secara tepat dan benar sebagai sebuah prestasi yang membanggakan. Temuan ini akan semakin bermakna jika segera dapat diatasi dengan pelaksanaan isolasi, perawatan, dan pengobatan, serta pemberian bantuan bagi semua masyarakat yang terdampak oleh kasus tersebut.

Paman Birin sangat meyakini bahwa penuntasan masalah akan terjadi jika semua masyarakat, tanpa terkecuali, sudah mematuhi kaidah pemutusan rantai penularan Covid-19, yaitu dengan tinggal di rumah (stay at home). Tidak ada alasan pembenar yang bisa dipakai untuk membiarkan masyarakat berada di luar rumah, apalagi jika berkerumun dan tidak memakai masker.

Menurut Paman Birin, sebanyak apapun kasus yang terjadi, baik yang bergejala maupun tidak bergejala, kalau semua masyarakat taat untuk tinggal di rumah maka kasus tersebut tidak akan dapat menular, membiak, serta bertambah banyak, dan secara perlahan akan sirna dalam kurun waktu 14 hari.

Paman Birin berpesan bagi yang sakit untuk tetap tinggal di rumah. Pertolongan akan datang hanya dengan menghubungi ketua RT-nya masing-masing. Dan ketua RT-nya lah yang bertugas memanggil ambulan yang sudah dilengkapi dengan obat, bahan, dan petugas pemeriksa.

Ambulan akan berkunjung ke rumah si sakit, melakukan pemeriksaan, serta memberikan pengobatan bagi si sakit di rumahnya sendiri. Dan jika perlu perawatan lebih lanjut akan diantar ke rumah sakit yang sudah dipersiapkan.

Paman Birin memohon agar ketentuan tersebut dipatuhi, karena jika tidak maka pemerintah tidak mempunyai cukup sarana, bahan, obat, serta dana untuk menanggulangi dampaknya.

Amerika Serikat, sebuah negara digdaya bahkan adidaya saja menyerah, apalagi Kalimantan Selatan yang kecil dengan anggaran pas-pasan ini, begitulah Paman Birin berucap secara informal.

Paman Birin ingin masyarakat mengetahui tentang adanya keterbatasan pemerintah, sehingga bisa saling mengingatkan untuk aktif berperan serta mematuhi ketentuan pemutusan rantai penularan Covid-19 dengan tinggal di rumah.

Berperanlah wahai saudaraku, begitu Paman Birin memulai pembicaraan bak membaca puisi, janganlah keluar rumah, karena jika tidak begitu pemerintah akan sulit mengendalikan masalah. Pesatnya penularan dengan segala akibat buruknya akan bersanding dengan keterbatasan sarana, dan akan bermuara pada tragedi besar yang tak tertanggulangi dan tak terjamah akal sehat.

Paman Birin akan tetap berjuang, dan di satu sisi tetap memerintahkan agar Gugus Tugas yang telah dibentuknya terus semangat pantang menyerah dan selalu berusaha maksimal untuk menyelesaikan masalah Covid-19 di Kalimantan Selatan. Tetapi di lain sisi, Paman Birin memohon peran serta masyarakat dalam mematuhi ketentuan serta kaidah pemutusan rantai penularan Covid-19.

Paman Birin berulang kali memohon hal tersebut. Permohonan tulus yang layak bahkan wajib disambut oleh seluruh komponen di wilayah Kalimantan Selatan, termasuk seluruh masyarakat Kalimantan Selatan, sebagai sebuah alarm, sebagai sebuah peringatan, bahwa ketidakpatuhan itu akan berakibat amat sangat fatal.

Semua komponen daerah dan masyarakat harus bekerja sama meningkatkan kepatuhan, dan semua anggota masyarakat tanpa terkecuali berkewajiban mematuhi aturan untuk tinggal di rumah dalam 14 hari ke depan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here