KANDANGAN – Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kalimantan Selatan, Abdul Haris, menargetkan pada Agustus 2020 terjadi penurunan grafik penyebaran Covid-19 di Kalimantan Selatan.

Hal itu disampaikan pada saat melakukan monitoring dan evaluasi di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Senin (25/5) siang.

Menurut Haris, meski tidak tahu sampai kapan pandemi ini akan berakhir, namun pihaknya memiliki target penyelesaian.

“Dalam menangani Covid perlu kita target. Bulan depan akan melakukan apa, bulan depannya melakukan apa lagi. Sekali lagi kita perlu target dan itu sudah kami siapkan,” katanya.

Disampaikan Sekda Prov Kalsel, pada Juni hingga Juli, Gugus Tugas Kalsel akan gencar melakukan tracing dan testing.

“Bulan Juni hingga Juli akan dilakukan tracing dan testing, hingga berharap Agustus grafik kita melandai,” ucapnya.

Haris meminta seluruh kabupaten/kota dapat menganggarkan dana sebesar Rp 100 miliar, sehingga nanti dapat terkumpul Rp 1,3 triliun. Dana tersebut nantinya ditambah dengan anggaran Provinsi sebanyak Rp 700 miliar, sehingga totalnya menjadi Rp 2 triliun untuk penanganan Covid.

Sementara itu, Wakil Ketua Harian, Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, skenario bulan Juni akan dilaksanakan tracing dan testing serentak di seluruh kabupaten/kota dan diprediksi bulan Juli terjadi ledakan orang yang terpapar.

Dikatakannya, untuk melakukan tracing dan testing Gugus Tugas telah menyiapkan 40 ribu alat rapid test dan 30 ribu reagen.

Selain itu, Gugus Tugas juga telah menyiapkan 1000 tempat tidur untuk karantina khusus.

Menurut Hanif, dengan mendeteksi melalui tracing dan testing, maka akan memisahkan antara orang yang terpapar dan sehat sehingga dapat memutus mata rantai. (syh/bdm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here