BANJARBARU – Kalimantan Selatan menyiapkan anggaran Rp 2 triliun untuk menangani Covid-19 di Banua.

Hal itu disampaikan Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kalimantan Selatan, Abdul Haris, di sela rapat bersama Sekda dan Kepala Badan Keuangan Daerah se-Kalimantan Selatan di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, Rabu (27/5) siang.

Anggaran Rp 2 triliun itu bersumber dari provinsi sebesar Rp 700 miliar dan kabupaten/kota sebesar Rp 1,3 triliun, atau tiap daerah masing-masing mengalokasikan sebesar Rp 100 miliar.

Menurut Sekda, dana tersebut akan diarahkan pada 3 kegiatan, yakni kesehatan, sosial, dan ekonomi.

Khusus untuk kesehatan, akan diarahkan melakukan tracing, traking, dan testing yang rencananya dilakukan serentak se-Kalimantan Selatan pada bulan Juni.

Setelah Juni, maka di bulan Juli akan terjadi lonjakan orang yang terpapar, saat itulah Gugus Tugas akan melakukan treatment melalui pendekatan kesehatan.

Jika skenario itu berjalan dengan baik, maka pada Agustus akan terjadi penurunan grafik sehingga dapat melakukan pemulihan sosial dan ekonomi.

Wakil Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kalimantan Selatan, Hanif Faisol Nurofiq menilai, penanganan Covid tak bisa dilakukan terpisah, namun harus bersama-sama secara terintegrasi.

“Penanganan Covid harus dilakukan secara gotong royong dan perlu kerjasama yang baik antar pemerintah daerah, sehingga dapat mempercepat penuntasan penanganan Covid-19,” papar Hanif. (syh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here