BATULICIN – Wakil Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq, mengingatkan agar pelaksanaan rapid test massal tepat sasaran.

Yaitu kepada kontak erat yang sudah teridentifikasi oleh tim surveilans epidemiologi kabupaten/kota. Hal itu dilakukan agar rapid test yang dilaksanakan tidak mubazir.

“Harga rapid test Rp 400 ribu per kit. Jadi agar tak mubazir sasaran testing sesuai SOP kegiatan surveilans epidemiolog, yakni kepada kontak erat dan orang bergejala yang sudah terpetakan,” harap Hanif, saat melakukan monitoring dan evaluasi penanganan Covid-19 di Mahligai Bersujud Batulicin, Tanah Bumbu, Minggu (14/6) siang.

Kepada tim surveilans epidemiologi, Hanif meminta agar benar-benar efektif dan efisien dalam penggunaan rapid test sehingga dapat menghemat anggaran penanggulangan Covid-19.

“Jangan pakai rapid test gugus tugas kepada pelaku perjalanan, gunakan hanya kepada orang teridentifikasi, baik dari klaster tertentu maupun kontak erat,” ujar Hanif.

Penggunaan rapid test nantinya akan dimintai laporannya. Pada Bulan Juni dan Juli, seluruh gugus tugas di kabupaten/kota diminta ikut gencar melaksanakan kegiatan surveilans epidemiolog.

“Penanganan wabah Covid-19 tak bisa secara parsial namun harus dilakukan secara sinergis antar pemerintah daerah,” kata Hanif. (ary/rny)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here