Swab On The Road, Inovasi Puskemas Tambang Ulang Putus Penularan Covid 19

0
513

Tanah Laut – Untuk  memutus mata rantai penyebaran Covid-19, berbagai inovasi dilakukan para tenaga kesehatan dilapangan, salah satunya yang dilakukan Puskesmas Tambang Ulang Kabupaten Tanah Laut.

Dengan melakukan pengambilan sample swab secara langsung ke masyarakat, atau Sword (Swab on The Road), para tenaga kesehatan di Puskesmas Tambang Ulang Kabupaten Tanah Laut berharap inilah salah satu upaya memutus penyebaran Covid-19.
Menurut, Fauzi Rifani, kepala Puskesmas Tambang Ulang Kabupaten Tanah Laut, Sword adalah kegiatan pengambilan swab secara jemput bola, yang mana petugas kesehatan terdiri dari dokter umum, Ahli Teknologi Laboratorium Medis (ATLM) atau yang dikenal analis kesehatan, surveilans dan dan petugas promosi kesehatan (Promkes) mendatangi langsung pasien ke desa-desa dimana sebelumnya diberitahu siapa-siapa saja yang akan diambil uji swabnya.
“mereka yang diswab ini, sebelumnya diketahui reaktif dari uji cepat melalui rapid test serta yang memiliki riwayat kontak dengan anggota keluarga yang telah dinyatakan positif terpapar covid-19,” ujar Fauzi Rifani, Sabtu (20/06) sore.
Adanya, jemput bola dalam melakukan pengambilan swab ini, karena pihaknya ingin mendukung supaya pelaksanaan tracking, testing dan trastment atau 3T yang gencar sekarang ini dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan Kabupaten Tanah Laut melalui Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19.
“Kriteria pasien yang didatangi atau dikunjungi untuk diswab, adalah pasien yang memiliki keterbatasan tertentu untuk dapat melakukan pengambilan swab yang seharusnya dilakukan di Puskesmas,” jelas Fauzi.
Dengan Sword diharapkan dapat mempercepat penegakan diagnosis, sehingga resiko penularan dimasyarakat sekitar pasien semakin cepat diturunkan termasuk menurunkan angka kesakitan dan resiko morbiditas pasien dan masyarakat sekitar pasien.
“Mudah-mudahan inovasi Sword (Swab on The Road) juga dapat dilakukan tenaga kesehatan di seluruh Kalimantan Selatan, sehingga bisa menekan jumlah pasien covid-19, serta dengan cepat ditemukannya pasien, maka resiko menularkan ke orang lain akan semakin kecil,” harap Fauzi.
Memang, tambah Fauzi ditengah pihaknya melakukan inovasi Sword menemui beberapa kendala dilapangan, seperti adanya masyarakat yang takut akan diperiksa karena menganggap covid-19 adalah aib, juga masyarakat takut melakukan isolasi mandiri sehingga tidak bisa bekerja, dan masih ada masyarakat yang merasa merasa dirinya sehat sehingga tidak berpikir untuk tidak diperiksa.
“Dilapangan memang ada ditemui kendala sebelum kami melakukan Sword (Swab on The Road). Namun berkat sinergisitas dengan tim Gugus Percepatan Penangan Covid-19 juga Kepala Desa dan Bhabinkamtimas serta Bhabinsa di desa kami datangi melakukan pendekatan kepada warga yang mau diswab, akhirnya kendala tersebut dapat ditangani. Intinya sinergisitas dengan sesame stake holder itu penting,” papar Fauzi.
Sementara itu, salah satu pasien yang meminta nama nya tidak dipublikasikan, saat tim Sword mendatangi di kawasan Desa Bingkulu Kecamatan Tambang Ulang Kabupaten Tanah Laut, mengaku sebelum dilakukan pemeriksaan swab, dirinya sangat takut karena mengira tindakan swab itu memasukkan alat sampai kedalam perutnya padahal hal tersebut tidak lah benar.
“Awal nya dalam pikiran saya sangat takut, namun diberikan penjelasan dari petugas kesehatan bahwa tidak seperti yang dipikirkan. Mudah-mudahan hasil swab yang telah diambil hasilnya negatif,” aku warga tersebut. Ary

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here