Kalsel Sukses Capai Target Pelayanan KB Sejuta Akseptor

0
81

Banjarmasin– Momen Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke 27 di Provinsi Kalimantan Selatan, Senin 29 Juni 2020, berbuah sukses, karena turut merealisasikan target satu juta akseptor.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Selatan berhasil melampaui target pelayanan Keluarga Berencana (KB) serentak dalam rangka Hari Keluarga Nasional ke 27 tahun di 13 kabupaten/kota se Kalsel.

Dari 43.144 akseptor yang semula ditargetkan ternyata tercapai 50.308 akseptor atau 116,60 persen yang diberikan pelayanan KB di 13 kabupaten/kota se Kalsel. Artinya BKKBN se Kalsel berhasil melampaui target yang direncanakan dan sudah memenuhi pelayanan KB sejuta akseptor secara serentak.

Walapun ditengah pandemi Covid-19 ini, pelayanan KB tetap sesuai protokol kesehatan dengan tetap menggunakan APD baik berupa masker, sarung tangan, baju azmat, cuci tangan, jaga jarak dan lainnya.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalsel, Ir.H.Ramlan.MA, Selasa (30/6) mengatakan, pelayanan KB serenatak yang dilaksanakan di Kalsel ternyata melampaui target dari 43.144 akseptor.

Kalsel untuk pelayanan KB kemarin untuk Pil 41.399 akseptor, kondom 2.186 akseptor, suntik 4.732 akseptor,IUD 131 akseptor, implan 1.830 akseptor,MOP 5 akseptor dan MOW 25 akseptor total pelayanan KB yang diberikan sebanyak 50.308 akseptor atau 116,60 persen.

“Paling banyak pelayanan KB di Kota Banjarmasin dengan target 8000 akseptor, tapi yang tercapai melebihi jumlah tersebut, faktornya karena pelayanan KB itu gratis dan bidan dilengkapi APD lengkap, sehingga masyarakat tertarik dan berani melakukan pelayanan KB,” ujar Ramlan.

Kedepan BKKBN harus merapatkan barisan dan lebih mengkampanyekan lagi program KB ini sehingga bisa diterima masyarakat.Kegiatan ini dalam rangka peringatan Hargasnas ke 27, dimana BKKBN melaksanakan sejuta akseptor se Indonesia termasuk di provinsi Kalsel.

Pelayanan KB yang mendominasi sekali di Kalsel kalau sebelumnya pil, sekarang beralih ke suntikdengan jangka waktu 3 bulan lamanya.” Ada anggapan bahwa suntik dan pil terjadi kegemukan dan tidak haid, jadi kami menyampaikan apa adanya terhadap alat kontrasepsi sehingga masyarakat bisa memilih. Kami pengen mengalihkan metode kontrasepsi jangka panjang atau NKJP terutama yang inflan untuk 3 tahun, IUD pelayanannya gratis dan kami selalu sosialisasi bertahap,” jelasnya.

Selama pandemi ini, pelayanan KB juga selalu melaksanakan protokol kesehatan bagi masyarakat. Dan juga selama pandemi ini, tingkat kehamilan di Kalsel ternyata tidak berdampak terlalu tinggi.

“ Kami sudah melakukan cegah putus pakai alat kontrasepsi selama pandemi,jadi antara lain kami melakukan pases rujukan bidannya dilindungi APD, alat kontasepsi dibagi kepada paskes-paskes, bagi mau habis pakai alat kontasepsinya dibagi kerumah-rumah yang penting mereka tidak putus KB,”tambahnya.

Aperasiasi disampaikan kepada kabupaten/koat terutama bupati dan walikota, dan Kepala OPD KB dan petugas lapangan, kader dan Babinsa karena kerjasama dengan TNI dan IB serta semua pihak dalam rangka pelayanan KB sejuta akseptor ini.” Kami ucapkan terimakasih atas dukungan yang diberikan,” ujarnya. (Bdm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here