Paman Birin Beri Arahan Agar Penerimaan Siswa Baru SMA Diperpanjang

0
275

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor, memberikan atensi terhadap pentingnya kemudahan pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk SMA dan SMK

Untuk SMK yang semula dijadwalkan sama dengan pendaftaran SMA tanggal 29 Juni sampai 1 Juli , namun karena adanya sinkronisasi data oleh pihak provider maka pendaftaran diulang menjadi tanggal 1 sampai 3 Juli 2019.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan juga diminta memperpanjang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk SMA se-Kalsel sampai dengan 3 Julii 2020., mengingat masih dalam situasi pandemi covid.

Artinya PPDB online masuk SMA di Kalsel yang semula dibuka mulai 29 Juni – 1 Juli 2020, di perpanjang hingga 3 Juli 2020.

“Saya telah memberikan arahan kepada Disdikbud untuk memperpanjang masa pendaftaran online. Pasalnya, di masa pandemi ini semua harus dalam suasana nyaman,” terang Gubernur H Sahbirin Noor, Selasa (30/6) malam.

Paman Birin juga mengingatkan semua pihak yang terlibat dalam pendaftaran siswa baru harus mengkedepankan aspek kenyamanan dan kemudahan.

“Lakukan apa yang bisa dilakukan untuk memberikan pelayanan terbaik. Sepanjang tidak melanggar aturan usahakan tetap memprioritaskan pelayanan yang prima dan mudah,” ingat Paman Birin, sapaan akrabnya.

Kebijakan Disdikbud Kalsel memperpanjang juga dilatari masih banyaknya masyarakat atau orang tua/wali yang belum paham dan mengetahui tata cara PPDB online tersebut.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi . Kalsel, Muhammadun saat dikonfirmasi membenarkan arahan ini langsung dari gubernur melalui Kadisdik.

Madun sapaan akrabnya, mengatakan, terkait penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk SMA se Kalsel tahun 2020 memakai sistem aplikasi online dari telkom, dan terbagi menjadi 4 jalur.

“Jalur pertama yaitu jalur zonasi yang kuotanya 50%, kedua jalur afirmasi dengan kuota 15%, ketiga jalur kepindahan orang tua/wali sebanyak 5% dan keempat jalur prestasi 30%,” terang Madun.

Ia menuturkan, untuk jalur zonasi sistemnya menggunakan jarak terdekat, jadi seorang anak harus memilih sekolah yang rumahnya dekat dengan sekolahan tersebut.

Sedangkan jalur prestasi harus memiliki nilai rata-rata akademik yang baik, nanti akan di ranking oleh pihak sekolah.

Bagi siswa yang pintar dan berprestasi, usahakan masuk jalur prestasi, dan bagi yang dekat usahakan masuk jalur zonasi.

“Sedangkan untuk jalur kepindahan orang tua misalnya antar provinsi, dia harus memiliki rekomendasi dari bidang pembinaan SMA, jadi nanti tinggal minta saja dengan kami dan kami siapkan rekomendasi tersebut, tetapi kalau dari dalam provinsi, cukup surat dari kepindahan atau pemindahan dari atasan orang tuanya bekerja,” terangnya.

Lanjutnya, untuk jalur afirmasi, calon pendaftar harus menunjukkan kartu PKH, Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau Kartu Indonesia Sehat (KIS).

“Untuk porsi alokasi peneriman khusus bagi peserta didik jalur afirmasi atau yang kurang mampu bisa menggunakan bantuan dari Pemerintah pusat dan telah terdaftar. Maka, pihak sekolah juga berkewajiban membantu. Nanti bisa menggunakan atau menunjukkan Kartu PKH, KIP ataupun KIS.

Jalur afirmasi ini hanya diperuntukkan bagi calon peserta didik yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu minimal 15% dari daya tampung sekolah,” katanya.

“Ini kan kemarin sudah dibuka mulai tanggal 29 Juni, tapi masih banyak masyarakat atau orang tua/wali yang belum paham. Sesuai arahan Gubernur penting memperpanjang masa pendaftaran.

Kendala yang dihadapi calon siswa bisa ada kasus tertentu, seperti dia tidak memahami prosedur, punya PKH namun masuk melalui jalur zonasi, ataupun keluhan terhadap jaringan yang mengalami gangguan internet dalam mengakses web sekolah.

Muhammadun menambahkan, rencananya sesuai kalender akademik tahun ajaran baru dimulai 13 Juli. (end)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here