Kalimantan Selatan Siaga Karhutla

0
626

Banjarmasin- Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor, menegaskan meski di masa Pandemi Covid 19 sekarang, masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tetap menjadi perhatian serius.

“Kita telah menginstruksikan semua dinas terkait, didukung TNI/ Polri masalah karhutla tetap menjadi perhatian utama,” tegas Paman Birin ,– sapaan akrabnya,– Minggu (5/7) malam.

Diutarakan, sesuai arahan pemerintah pusat, meski saat ini bangsa dihadapkan dengan pandemi covid 19, masalah karhutla tetap harus menjadi atensi.

Di sisi lain Paman Birin juga mengingatkan, selain pandemi covid dan karhutta, daerah juga dihadapkan jenis bencana lain yaitu kerawanan banjir, tanah longsor dan angin kencang. Ini karena kondisi cuaca sekarang yang tidak bisa diprediksi terkadang hujan dan juga bisa panas.

Paman Birin menekankan, pentingnya penyempurnaan peta wilayah kerawanan karhutla yang telah ada untuk dianalisa lebih detail dan dipertajam.

“Ini sangat penting dengan memiliki peta wilayah rawan karhutla, maka akan mudah dalam penanganan,” ingatnya.

Siaga terhadap ancaman karhutla merupakan bagian dari sinergi bersama antarsegenap komponen dan wujud kepedulian.

Paman Birin juga mengucapkan terima kasih kepada segenap komponen masyarakat, TNI/Polri dan relawan relawan sosial yang peduli penanganan bencana termasuk karhutla.

Sementara itu terkait karhutla Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, H Abdul Haris Makkie, saat mewakili Gubernur H Sahbirin Noor, pada rapat koordinasi khusus bersama kementerian dan lembaga terkait membahas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Kamis (2/7), juga menekankan atensi pemerintah terhadap ancaman karhutla.

Rakor dipimpin Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD.

Menkopolhukam, sebut Haris, mengatakan, meski pemerintah saat ini tengah fokus pada upaya percepatan penanganan pandemi Covid-19, namun ancaman kebakaran hutan tak diabaikan atau tetap menjadi perhatian.

Bahkan Presiden Joko Widodo telah melakukan antisipasi kebakaran hutan dan lahan.

Kebakaran hutan memang masih terjadi namun dalam skala yang lebih kecil dari tahun-tahun sebelumnya.

Masih menurut Mahfud, untuk 2020 ini, Presiden masih memimpin langsung antisipasi kebakaran hutan dan lahan.

Beberapa waktu lalu, Jokowi telah memimpin rapat terkait antisipasi kebakaran hutan dan lahan di istana negara.

“Kita harapkan situasi tidak berbalik ke tahun sebelum 2016,” ucap Haris, menirukan harapan Menkopolhukam.

Pemerintah telah memetakan kerawanan kebakaran hutan berdasarkan waktu dan tempat.

Lalu Badan Nasional dan Penanggulangan Bencana (BNPB) juga sudah menyusun perencanaan menghadapi kerawanan tersebut.

Dari Kalimantan Selatan sendiri dilaporkan, upaya untuk mencegah karhutla telah dilakukan langkah terukur.

Dinas Kehutanan dan instasi terkait rutin melakukan pemantauan disertai analisa-analisa kajian lingkungan. (bdm)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini