Pembakal Juhu Harap Tenaga Terdidik Lokal Dipekerjakan Ke Kampung Halamannya

0
79

Barabai – Pembakal Desa Juhu Kecamatan Batang Alai Timur HST Abdul Dunduk berharap kepada pemerintah setempat agar dapat memperjuangkan warga desa Juhu yang lulus dari sekolah kebidanan maupun keperawatan dapat ditempatkan bekerja di kampung halamannya sendiri. “Kami berharap kepada pemerintah HST, apabila ada warga kami yang sudah lulus pendidikan sebagai tenaga kesehatan maupun tenaga pendidik dapat ditempatkan bekerja di kampung halamannya, sehingga mereka bisa menetap,” kata Dunduk, saat ditemui jejakbanua.com di Desa Batu Tangga Kecamatan Batang Alai Timur, baru-baru tadi.

Saat ini ada beberapa warga Juhu yang menuntut ilmu keperawatan dan kebidanan di Barabai. “Harapannya mereka bisa mengabdi sebagai tenaga kesehatan di kampung halaman sendiri setelah selesai,” ujar Dunduk.

Saat ini sarana kesehatan di Juhu adalah Puskesdes atau Pusling juga hadir sesekali. Sedangkan sarana pendidikan hanya sampai SD. Untuk meneruskan ke tingkat SMP harus ke Desa Hinas Kiri, sedangkan tingkat SMA harus ke Desa Baru Tangga.

Untuk menuju kedua desa tetangga tersebut dari Juhu, harus berjalan kaki melalui jalan setapak.

Pasalnya akses jalan yang dapat dilalui roda empat hanya sampai di Desa Hinas Kiri sedangkan roda dua hanya sampai Desa Kiyu.

“Desa Juhu hanya bisa dicapai dengan jalan kaki mulai Desa Kiyu,” kata Dunduk.

Bagi warga Juhu yang sudah mahir membutuhkan waktu 12 jam berjalan kaki ke desa Kiyu. Namun bagi yang tak biasa membutuhkan waktu sampai 2 hari menuju Desa Kiyu

Juhu adalah salah satu desa terpencil di Kalsel yang letaknya berada di kaki pegunungan Meratus. Penduduknya sebanyak 336 jiwa atau 88 kepala keluarga.

Mayoritas penduduk adalah suku Dayak Meratus. Di Desa Juhu juga terdapat balai adat Dayak yang dipimpin seorang kepala adat.

Pekerjaan masyarakat setempat hanya berladang pindah dan berkebun serta pendulang emas di daerah Hampang dan Sungai Durian Kotabaru.

Lokasi Desa Juhu ada di perbatasan HST dan Kotabaru. Juhu juga dikenal para pecinta alam di Kalsel sebagai salah satu desa terindah dengan dikelilingi hutan alami yang masih lebat.

Disebut desa terindah karena pemandangan alam desa ini dipenuhi hamparan rumput yang hijau menutupi tanah, bebatuan gunung yang berhamburan menambah indahnya panoramanya.

Desa ini juga disebut sebagai desa tertinggi di Kalimantan Selatan dengan ketinggian 560 meter di atas permukaan laut (mdpl). Ary

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here