KPU Banjar Coklit Perdana Pilkada 2020 Ke Rumah Bupati

0
195

Martapura, – Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banjar melakukan Coklit (Pencocokan dan Penelitian) perdana di rumah pribadi Bupati Banjar, Tanjung Rema, Martapura, Sabtu (18/7/2020).

Coklit perdana ini dilaksanakan usai Apel Coklit Serentak Dalam Penyelenggaraan Pilkada Serentak Tahun 2020 di Halaman Kantor KPU Kabupaten Banjar.

Kedatangan PPDP dari KPU Kabupaten Banjar untuk melakukan Coklit pada Bupati Banjar H Khalillurrahman ini diikuti pula oleh Komisioner KPU Provinsi Kalsel Edi Ariansyah, Ketua KPU Kabupaten Banjar Muhaimin, Ketua Bawaslu Kabupaten Banjar Fajeri Tamzidillah serta Kaban Kesbangpol Banjar Aslam.

Usai di data oleh PPDP, Bupati Banjar yang akrab disapa Guru Khalil ini, menempelkan sendiri stiker tanda telah mengikuti Coklit Serentak dalam rangka penyelenggaraan Pilkada Serentak Tahun 2020.

Guru Khalil juga menerima Kaos Gerakan Coklit Serentak dari Komisioner KPU Provinsi Kalsel Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM Edi Ariansyah.

Bupati Banjar H Khalilurrahman mengungkapkan agar PPDP saat menjalankan tugas pemutakhiran data pemilih tetap menjaga protokol kesehatan karena
masih situasi pandemi wabah covid-19, serta cermat dan teliti sehingga dapat menghasilkan data pemilih yang akurat dan berintegritas.

“Kita berharap semua masyarakat untuk dapat menyukseskan pilkada tahun ini, salah satu dengan memberikan data yang benar kepada petugas PPDP,” ungkapnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Provinsi Kalsel Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM Edi Ariansyah
mengatakan Gerakan Coklit Serentak ini dilaksanakan di seluruh daerah di Indonesia yang akan menggelar Pilkada Serentak Tahun 2020.

“Coklit sendiri merupakan tahapan untuk mendata pemilih dalam rangka pemutakhiran data pemilih yang memenuhi persyaratan dalam Pilkada Serentak. Jadi petugas nanti akan mengunjungi setuap rumah warga untuk memutakhirkan data,” ungkapnya.

Edi Ariansyah menyebutkan seluruh petugas pemilu, baik PPS maupun PPDP telah menjalani rapid tes agar terbebas dari gejala penyakit seperti Influenza maupun Covid-19.

“Kami harus memastikan petugas tersebut bersih dari Covid-19 sehingga nantinya tidak menjadi penyebar karena mereka terus menerus berkunjung ke rumah warga selama Coklit. Karena itu kesehatan mereka adalah yang utama selain kita bisa melindungi hak pilih warga dalam Pilkada nanti,” sebutnya.

Adapun Ketua Bawaslu Kabupaten Banjar Fajeri Tamzidillah meminta agar PPDP dalam melaksanakan Coklit dengan maksimal.

“Hal ini juga sudah kami sampaikan dalam beberapa rakor. Data hasil Coklit ini merupakan cikal bakal data pemilih yang memiliki hak suara dalam Pilkada nanti, karena itu PPDP harus melaksanakan tugasnya secara maksimal,” ungkapnya.

Fajeri mengungkapkan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan KPU Kabupaten Banjar, terutama PPDP yang bertugas di daerah-daerah yang berbatasan dengan Kabupaten/Kota lain yang tidak melaksanakan Pilkada Serentak Bupati-Wakil Bupati.

“Daerah perbatasan tersebut cukup riskan, jangan sampai ada penduduk daerah tetangga tersebut justru terdata di Kabupateb Banjar. Misalnya Desa Kiram yang berbatasan dengan Kabupaten Tanah Laut, juga daerah-daerah yang berbatasan dengan Tapin seperti Sungkai, Paramasan dan Telaga Bauntung serta Kecamatan Sungai Tabuk yang berbatasan denga Batola,” terangnya.

KPU juga harus memperhatikan masyarakat yang domisilinya dinamis karena sering berpindah tempat tinggal, misalnya warga yang tinggal di Kertak Hanyar dan Sungai Tabuk yang ternyata tidak memiliki identitas Kabupaten Banjar.

“Hal itu harus menjadi perhatian teman-teman di KPU. Demikian pula warga binaan di Lapas. Karena itu dari awal Coklit ini harus dimaksimalkan kerjanya sehingga nantinya akan dapat menghasilkan daftar pemilih yang berkualitas. Petugas kami dari Kabupaten, Kecamatan hingga Desa/Kelurahan siap mengawal KPU untuk menghasilkan data pemilih yang berkualitas,” ujarnya.

Fajeri juga meminta agar KPU, Bawaslu dan Aparat Pemerintahan yang peduli dengan pelaksanaan Pilkada dapat berperan aktif pula untuk menyukseskan pemutakhiran data pemilih.

“Kita tahu respon masyarakat kebanyakan cukup pasif mengenai data hasil Coklit yang disusun menjadi Daftar Pemilih Sementaa ini. Sering kali ketika mendekati hari H baru ada komplain. Agar tidak jadi konflik ke depan, kita meminta agar seluruh pihak berperan aktif dalam hal ini, terutama masyarakat,” pesannya. Ary

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here