Minim Sarana, Pesantren Tahfiz RMA Berharap Donatur

0
276

Banjarbaru – Walaupun minim sarana dan prasarana, Pesantren Tahfiz Raudhatul Mutaallimin annahdliyah (RMA) terus melaksanakan proses belajar mengajar. Terletak di pinggir jalan Raya Guntung Manggis Banjarbaru, Pesantren Tahfiz RMA saat ini menjadikan teras samping rumah milik yayasan sebagai tempat belajar dan menghafal Alquran.

Namun hal itu tak membuat guru patah semangat. Walau sempat vakum 2 bulan, usai lebaran lalu proses belajar mengajar dimulai lagi seperti biasa.

Pimpinan Ponpes Tahfizh, Guru Muhari mengatakan pesantren sudah berdiri sejak satu tahun lalu. “Jumlah santrinya total 65 orang dan 25 diantaranya adalah santri Tahfiz,” kata Guru Muhari.

Tujuan pendirian pesantren untuk mencetak penghafal Alquran di Banjarbaru. “Kami mengawali dengan kondisi yang seadanya seperti ini, ke depan apabila bangunan pesantren sudah bisa berdiri tempat belajar akan dipindahkan,” kata Guru Muhari.

Pembangunan pesantren tahap awal direncanakan bangunan asrama santri yang akan digunakan jadi tempat belajar juga. Ditargetkan pembangunan berjalan satu tahun.

Namun kendalanya pihak yayasan sejak awal berdiri belum memiliki donatur tetap. “Harapannya ada donatur yang mau menyumbang pembangunan pesantren sebagai amal jariah,” kata Guru Muhari.

Sementara Yatno selaku Sekretaris Yayasan RMA mengakui hingga kini pesantren RMA masih belum punya donatur tetap untuk membiayai pendidikan di pesantren.

Selama ini pembiayaan khususnya gaji guru masih mengandalkan dana dari pribadi pengurus yayasan.

Namun dengan resmi menjadi pesantren sejak sebulan belakangan, pihak yayasan berencana menghimpun sumbangan khususnya untuk pembangunan pesantren yang letaknya tak jauh dari lokasi tempat belajar saat ini.

Bagi yang memiliki kelebihan rezeki dan berniat beramal jariah pihak pesantren Tahfiz RMA membuka rekening Bank Syariah Mandiri atas nama Yayasan Pesantren Raudhatul Muta’allimin annahdliyah dengan nomor 713-691 -7565. “Bisa juga langsung datang ke tempat kami di Jl Raya Guntung Manggis Banjarbaru,” kata Yatno. Ary

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here