BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor memberikan arahan penting terkait penggunaan anggaran pencegahan dan penanganan Covid-19 di daerah.

Pemprov Kalsel akan mengalokasikan dana tambahan untuk penanganan Covid-19 apabila memang diperlukan.

Berdasarkan perhitungan, ada defisit anggaran apabila temuan kasus Covid-19 belum juga melandai hingga Desember 2020.

Alokasi awal anggaran Covid di APBD Kalsel senilai Rp 200 milyar dengan dana cadangan disiapkan Rp 180 milyar, sehingga total Rp 380 milyar.

Sementara perkiraan anggaran penanganan Covid Kalsel hingga Desember 2020 sekitar Rp 464,6 milyar. Selisih antara alokasi awal dan perkiraan dana penanganan hingga Desember 2020 senilai Rp 84,6 milyar atau terjadi defisit anggaran.

“Untuk menutup defisit anggaran tersebut akan kita lakukan efisiensi anggaran penanganan Covid serta mengambil sumber pendanaan dari realokasi kegiatan yang bisa ditunda pada tahun anggaran 2020. Dan ini menjadi penekanan dan arahan langsung Gubernur Paman Birin,” jelas Roy Rizali Anwar, Plt Kepala BPBD Provinsi Kalsel, Kamis (13/8).

Selain itu, defisit anggaran juga akan ditambal dengan sumber pendanaan di luar APBD, yaitu APBN dan pihak ketiga atau swasta.

“Untuk memaksimalkan anggaran yang ada, Pemprov melalui Gugus Tugas Provinsi terus memacu upaya memutus mata rantai penularan Covid dengan melakukan 3T (tracking, tracing dan testing) secara masif dan penerapan disiplin protokol kesehatan,” kata Roy.

Target Gugus Tugas Covid-19 Kalsel, angka positif Covid mulai melandai pada September 2020 setelah swab masif 10 ribu spesimen Bulan Agustus ini.

“Jadi seandainya wabah Covid belum juga melandai sampai Bulan September ini, maka otomatis perlu anggaran tambahan dari yang sudah tersedia,” ujar Roy.

Namun sesuai arahan Ketua Gugus Tugas, yaitu Gubernur Kalsel Paman Birin, Pemprov berkomitmen penuh menuntaskan penanganan Covid dengan dukungan dana APBD provinsi.

“Gubernur Kalsel berkomitmen untuk mengerahkan seluruh sumber daya yang ada dalam penanganan Covid, termasuk komitmen dukungan anggaran,” ujar Roy.

Masalah dana Covid juga sudah dibahas dengan badan anggaran di DPRD Kalsel.

“Intinya apabila terjadi defisit, maka akan dilakukan efisiensi serta realokasi dari anggaran kegiatan lain di lingkup Pemprov Kalsel yang bisa ditunda. Paman Birin selaku Ketua Gugus Tugas berkomitmen menangani Covid-19 hingga tuntas,” terang Roy. (bdm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here