Dukung Ekonomi Kerakyatan, Paman Birin Bertekad Jaga Eksistensi Pasar Tradisional

0
109

KOTABARU – Sudah menjadi kebiasaan Sahbirin Noor atau akrab disapa Paman Birin, setiap lawatannya ke daerah-daerah di Kalsel, selalu menyempatkan diri berkunjung ke pasar tradisional. Tak hanya berbincang dengan para pedagang maupun pengunjung pasar, ia biasanya juga membeli dagangan untuk dibagikan kembali kepada masyarakat sekitar.

Pasar begitu melekat dalam diri Paman Birin. Pria tiga anak ini, semasa kecilnya sudah akrab dengan dunia pasar, lantaran ibundanya adalah pedagang di Pasar Lima Banjarmasin.
Paman Birin menyadari, keberadaan pasar tradisonal merupakan denyut nadi bergulirnya roda perekonomian rakyat. Oleh karenanya pasar tradisional jangan sampai tergerus oleh gempuran pasar modern seperti hypermarket atau mall.
“Dilihat dari sisi budaya, proses tawar menawar di pasar tradisional sejatinya bukan sekadar proses transaksi bisnis semata. Di dalamnya terkandung penghargaan tinggi akan sikap dan toleransi sesama manusia,’’ ungkap suami Raudatul Jannah ini saat berada di salah satu pasar tradisonal di Kabupaten Kotabaru, baru-baru tadi.
Menurutnya, mesti ada upaya menginisiasi beberapa upaya penyelamatan keberadaan pasar tradisional tersebut. “Agar mampu bersaing dengan pasar modern dan semi modern yang kini mulai bermunculan,” tambahnya.

Ke depan, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota harus bekerja sama untuk menganggarkan skema bantuan program revitalisasi pasar tradisional.
“Pasar tradisional harus bersih, jangan sampai volume sampah melebihi volume barang. Pasar tradisional harus sehat, semua barang yang diperdagangkan wajib higienis, tidak kedaluarsa dan tidak berbahaya bagi kesehatan konsumen,” ujar Paman Birin.
Selain itu, ungkap Paman Birin, pasar tradisional juga dituntut mewujudkan ketertiban. Timbangan barang sesuai ukuran, tidak boleh dikurangi atau dilebihkan. Ini sesuai tuntunan agama kita, Islam.
“Kemudian pasar tradisional harus mampu menjamin konsumen. Artinya dalam bertransaksi konsumen harus dibuat nyaman dan aman. Keadilan juga wajib tercipta di pasar tradisional,’’ demikian kata Paman Birin yang berciri khas pakai kupiah dan sarung tersebut. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here