BARABAI – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Kalimantan Selatan melanjutkan monitoring dan evaluasi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Rabu ( 4/11) pagi.

Monev dipimpin Plt Gubernur Kalimantan Selatan H Rudy Resnawan didampingi Kapolda Kalsel Irjen Pol Nico Afinta dan Danrem 101 Antasari Brigjen TNI Firmansyah.

Kabupaten Hulu Sungai Tengah merupakan daerah yang memiliki angka kematian tertinggi dengan jumlah kasus sebanyak 51 orang per 31 Oktober 2020.

Dalam arahanya, Plt Gubernur Kalsel H Rudy Resnawan meminta agar Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah terus menekan angka kematian pasien Covid-19 dengan mengoptimalkan tracing dan tim Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE).

“Kami harapkan Pemkab HST dapat terus menekan angka kematian dengan terus mengoptimalkan tracing atau deteksi dini di lapangan. Selain itu saran kami memberdayakan masjid atau langgar untuk mengimbau penerapan protokol kesehatan setelah sholat, karena informasi itu bisa diterima masyarakat,” ucapnya.

Rudy Resnawan menilai perlunya anggaran tambahan untuk penanganan Covid-19 untuk pencegahan, dampak sosial, maupun pemulihan ekonomi.

Sebelumya, Bupati Hulu Sungai Tengah H Chairansyah mengaku, dirinya masih menghadapi kendala di lapangan terutama masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Kami masih mengalami kendala di lapangan, masih rendah penerapan protokol kesehatan, kesadaran memeriksakan diri ketika ada gejala juga rendah bahkan masih ada yang tidak percaya dengan Covid-19,” sebutnya.

Bupati mengaku, segala upaya telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah terutama me-refocusing anggaran sebanyak Rp 66 miliar untuk penanganan Covid-19.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten HST bersama Polres dan Kodim terus melakukan operasi yustisi untuk merubah perilaku masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan. (syh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here