Satgas Pusat Bentuk 1000 Relawan Covid 19 di Kalsel

0
154

Banjarmasin – Satgas Covid 19 Pusat menggelar pelatihan 1000 orang relawan dari 27 kecamatan di Banjarmasin, Banjarbaru dan Batola. Pembentukan relawan tersebut bagian dari target 10 ribu relawan  Covid 19 di 7 provinsi di Indonesia.

Pelatihan relawan Covid 19 Kalsel secara resmi dibuka oleh Plt Gubernur Kalsel H Rudy Resnawan didampingi tim Satgas Covid 19 pusat di Banjarmasin Kamis (26/11) pagi.  Pelatihan digelar selama 5 hari, masing-masing tiap hari ada dua sesi yang dibagi dalam 4 kelas.

Sebelum pelatihan relawan digelar telah dilatih panitia pendukung dan pelatihan fasilitator yang terdiri dari unsur gabungan dari SKPD di Pemprov Kalsel dan organisasi kemasyarakatan mitra kebencanaan.

Sebelumnya Satgas Covid 19 juga telah membentuk 32 ribu relawan Covid 19 yang dilatih secara virtual tersebar di seluruh Indonesia. Mengikuti pembentukan relawan yang sudah ada, untuk memaksimalkan upaya pencegahan penyebaran  Covid 19 kembali dibentuk 10 ribu relawan yang dilatih secara luring salah satunya untuk relawan di Kalsel.

Rudy Resnawan mengucapkan terima kasih atas atensi Satgas Covid 19 untuk Kalsel. Diharapkan dengan pembentukan 1000 relawan di Kalsel, upaya pencegahan penyebaran Covid 19 dapat berjalan lebih maksimal.

“Penyelenggara negara tak akan bisa melawan penyebaran Covid 19 tanpa dukungan segmen masyarakat secara aktif,” kata Rudy.

Ia juga mewanti-wangi bahwa pandemi Covid ini merupakan pukulan berat bagi bangsa Indonesia termasuk Kalsel.”Kita sedang menghadapi ketidakpastian sebelum ditemukannya vaksin dan obat Covid 19, satu-satunya jalan yang bisa kita lakukan adalah memaksimalkan penerapan protokol kesehatan,” kata Rudy.

Karena itu Satgas Covid Kalsel terus melakukan sosialisasi protokol kesehatan dengan merangkul berbagai komunitas masyarakat untuk menyadarkan bahwa kita hidup dalam era adaptasi kebiasaan baru yang wajib mematuhi protokol kesehatan. “Dengan sinergitas pemerintah daerah, TNI Polri dan masyarakat, saat ini penyebaran Covid mulai terkendali tapi jangan sampai kita kendor menerapkan protokol kesehatan,” harap Rudy.

Lilik Kurniawan Deputi bidang pencegahan dan keasiapsiagaan  BNPB, mengatakan penyebaran Covid 19 masih terjadi di tengah masyarakat. Bahkan dalam seminggu terakhir cenderung meningkat.

“Pandemi belum berakhir sebelum ditemukannya vaksin dan obat Covid 19, makanya sambil menunggu adanya vaksin dan obat mari kita jalankan protokol kesehatan secara disiplin,” kata Lilik.

Ia berharap para relawan yang dilatih melawan penyebaran Covid dapat tampil sebagai Agent of change atau agen perubahan menuju era adaptasi kebiasaan baru yaitu menerapkan protokol kesehatan dalam berbagai aktivitas kehidupan.

Prasetyo dari Satgas Covid 19 Pusat menambahkan untuk materi pelatihan relawan Covid 19 adalah mengenai protokol kesehatan, tugas dan fungsi relawan, komunikasi publik, Monitoring melalui aplikasi Inaris serta pemberian perlengkapan relawan seperti masker, rompi dan ID Card.

“Relawan dilatih komunikasi publik agar dapat menyampaikan secara santun dan baik tentang protokol kesehatan kepada masyarakat sehingga dapat dipatuhi dan tak membuat tersinggung,” kata Prasetyo. Ary/syh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here