Jakarta – Pemerintah pusat melalui Badan Informasi Geospasial Pusat memberikan penghargaan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan atas kinerja terbaik dalam membangun Simpul Jaringan Informasi Geospasial.

Pemprov Kalsel berhasil meraih Bhumandala Award 2020, yakni sebuah
penghargaan atas prestasi dalam membangun Simpul Jaringan Informasi Geospasial.

Berdasarkan evaluasi, pada tahun 2020 ini Provinsi Kalsel dinyatakan berhasil meraih Bhumandala Ariti untuk Kategori Provinsi.

Bhumandala Award dianugerahkan oleh Badan Informasi Geospasial Pusat di Hotel Borobudur Jakarta, Jumat (27/11) malam.

Penjabat Sekda Provinsi Kalsel Ir Roy Rizali Anwar ST, MT mewakili Plt Gubernur Kalsel H Rudy Resnawan menerima Penghargaan Bhumandala Award 2020.

Drs Adi Rusmanto MT,
Deputi Bidang Infrastruktur Informasi Geospasial mengatakan komitmen kepala daerah menjadi faktor penting dalam meraih prestasi nasional geospasial.

“Tanpa komitmen dan perhatian kepala daerah untuk selalu mendorong semua stakeholder, maka sebaik apapun perencanaan yang dibuat tidak akan maksimal dalam pencapaian,” terangnya.

Penjabat Sekda Kalsel Roy Rizali Anwar mengatakan, penghargaan ini diterima karena Kalsel memiliki portal informasi Geospasial dengan baik dan juga telah dapat dimanfaatkan baik oleh pemerintah sendiri maupun masyarakat.

Portal informasi Geospasial adalah pemetaan sebuah wilayah yang dilengkapi dengan data potensi-potensi alam dan keunggulan komparatif yang dimiliki daerah tersebut.

Provinsi Kalimantan Selatan merupakan salah satu provinsi yang mendapat fasilitasi pembangunan simpul jaringan Geospasial melalui program lumbung.

“Perangkat keras dan perangkat lunak dari kegiatan tersebut masih digunakan dan berjalan dengan baik,” kata Roy

Hal ini menunjukkan perhatian Pemprov Kalsel terhadap kegiatan penyelenggaraan IG (Informasi Geospasial) dan pemanfaatan yang terus berlanjut.

“Kalimantan Selatan menyediakan berbagai tema peta di geoportal. Sistem untuk akses peta yang tersedia cukup baik dan dapat digunakan untuk pemantauan penggunaannya.

Kalimantan Selatan juga mengembangkan aplikasi-aplikasi berbasis IG untuk berbagai keperluan,” terang Roy.

Penghargaan Simpul Jaringan Informasi Geospasial telah memasuki tahun keempat sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2014.

Dalam perjalanannya, proses monitoring dan evaluasi terhadap kinerja simpul jaringan selalu disinergikan dengan Perpres 27 Tahun 2014 tentang Jaringan Informasi Geospasial Nasional. Selain itu, terbitnya Perpres 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia.

Ini menjadi komitmen bahwa penyelenggaraan Informasi Geospasial harus memenuhi standar data, memiliki metadata yang baku serta memenuhi kaidah interoperabilitas data. (bdm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here