Forkopimda Kalsel Ingatkan Jangan Benturkan Masyarakat Dalam Sengketa Pilkada

0
140

BANJARMASIN, – Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rikwanto dan Danrem 101/Antasari, Brigjend TNI Firmansyah mengingatkan pasangan calon kepala daerah untuk tidak membenturkan masyarakat pada sengketa pilkada.

Perhelatan pilkada telah usai dan masyarakat telah menyalurkan hak suaranya secara konstitusionalnya pada 9 Desember 2020 .

Hal tersebut ditegaskan Kapolda Irjen Pol Rikwanto dan Danrem 101 Antasari Brigjend TNI Firmansyah, di sela Rakor Forkopimda di Gedung Mahligai Pancasila, Jumat (18/12) malam.

Keduanya mengingatkan pasangan calon Pilkada Kalsel 2020, diminta bijak menyikapi hasil perolehan suara. Termasuk yang ingin mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Jangan libatkan masyarakat. Biarkan warga Banua tenang, karena yang terpilih merupakan pilihan masyarakat Kalsel,” tegas Kapolda Rikwanto..

Sementara Danrem 101/Antasari, Brigjend TNI Firmansyah, menambahkan, dalam suatu pesta demokrasi, pasti ada yang menang dan kalah. Oleh sebab itu, kedua pihak berbesar hati dan menahan diri.

“Paslon yang unggul jangan sombong, jangan menjelakkan lawan. Mari kita sikapi, kita bersaudara. Selanjutnya bagaimana membangun sesuai visi misi yang disampaikan pada saat kampanye,” ujarnya.

Begitupun bagi yang kalah, untuk legowo. Karena legowo merupakan sikap negarawan. Terlebih lagi, semua proses pilkada sudah dilewati dengan  ada saksi yang terlibat.

Meski demikian, menurutnya, jika pun ada pihak yang masih merasa kurang menerima hasil, dipersilahkan menempuh mekanisme lain sesuai peraturan.

“Silahkan kumpulkan bukti, data, dan fakta yang ada. Silahkan sengketa di MK. Namun imbauan kami dalam pelaksanaan sengketa, karena tempatnya dilaksanakan di Jakarta, jangan libatkan lagi masyarakat Kalsel,” ucap danrem.

Kewajiban masyarakat Kaslel, imbuh Brigjend Firmansyah, sudah dilaksanakan. Hak pilih hak politik dan sudah digunakan 9 Desember lalu. Oleh sebab itu, jangan lagi masyarakat dibawa-bawa dalam sengketa politik ini.

“Jangan buat situasi yang menimbulkan riak yang tidak perlu. Kita perlu situasi damai dan kondusif, agar roda perekonomian dapat bergerak lebih baik lagi,” tegasnya. (Ary)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here