Jelang Natal – Tahun Baru, Paman Birin Pimpin Apel Kesiapan Operasi Lilin 2020

0
139

Banjarmasin – Didampingi Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rikwanto, dan Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Firmansyah, Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor memimpin apel gelar pasukan operasi lilin tahun 2020, digelar Polda Kalsel, di Halaman Mapolda Kalsel, Senin, (21/12).

Gubernur yang akrab disapa Paman Birin mengharapkan keamanan dan kedamaian tercipta di banua Kalsel, terlebih di momen peringatan Natal tahun 2020 dan momen pergantian tahun baru 2021.

“Hari ini kita saksikan telah digelar apel gabungan, yang diselenggarakan oleh Polda Kalsel, Insyaalah banua kita aman, damai,” harapnya.

Paman Birin yang bertindak selaku pemimpin upacara, juga membacakan amanat dari Kapolri Jenderal Pol Drs. Idham Azis. Dalam amanat tersebut dijelaskan apel dilaksanakan sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan Operasi “Lilin 2020”, dalam rangka pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru 2021, baik pada aspek personel maupun sarana prasarana, serta keterlibatan unsur terkait seperti TNI, Pemda, dan Mitra kamtibmas lainnya.

“Perayaan Natal dan Tahun Baru oleh masyarakat secara universal dirayakan melalui kegiatan ibadah dan perayaan pergantian tahun di tempat-tempat wisata, yang akan meningkatkan aktifitas pada pusat keramaian. Tentu saja sangat berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas, gangguan kamseltibcar lantas, dan pelanggaran protokol kesehatan Covid-19,” ujarnya.

Oleh karena itu, Polri menyelenggarakan Operasi Lilin-2020 yang akan dilaksanakan selama 15 hari, mulai dari tanggal 21 Desember 2020 sampai dengan tanggal 4 Januari 2021, dengan mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif secara humanis, serta penegakan hukum secara tegas dan profesional.

“Tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19, sehingga masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan rasa aman dan nyaman,” ucapnya.

Dalam pengamanan tersebut, personel akan ditempatkan pengamanan terkait gangguan kamtibmas dan kamseltibcar lantas, dan 675 pos pelayanan untuk melaksanakan pengamanan di pusat keramaian, pusat belanja, stasiun, terminal, bandara, pelabuhan, dan lainnya.

“Pengamanan ini tidak boleh dianggap sebagai agenda rutin tahunan biasa, sehingga menjadikan kita cenderung under estimatee dan kurang waspada terhadap setiap dinamika perkembangan masyarakat, apalagi di masa pandemi Covid-19 saat ini, kita harus lebih peduli. Jangan sampai kegiatan perayaan Natal dan Tahun Baru menimbulkan klaster – klaster baru penyebaran Covid-19,” ujarnya

Berdasarkan mapping kerawanan yang telah dilakukan, ada beberapa prediksi gangguan kamtibmas yang harus kita antisipasi, antara lain ancaman terorisme dan radikalisme, ancaman sabotase, penyalahgunaan narkoba, pesta miras, aksi perusakan fasilitas umum, aksi kriminalitas seperti curat, curas, curanmor, tawuran antar kelompok pemuda atau antar kampung, balap liar, kemacetan dan kecelakaan lalu lintas, maupun ancaman bencana alam seperti banjir dan tanah longsor sebagai dampak dari musim penghujan.

“Untuk itu, saya harapkan seluruh Kasatwil mampu menentukan langkah antisipasi yang proaktif dan aplikatif serta cara bertindak yang tepat, efektif dan efisien dalam mengatasi berbagai potensi gangguan yang ada, sesuai dengan karakteristik kerawanan pada masing-masing daerah,” ungkapnya. (Rny/Ary)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here