Petani Karet Kalsel Diharap Aktif Lakukan Intensifikasi

0
157

Tanah Laut – Sejak tahun 2016, sebanyak 4230 hektar kebun karet rakyat di Kalsel telah diintensifikasi atau diremajakan  oleh Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel. “Program peremajaan karet rakyat (PKR)  ini baik melalui dana APBD Provinsi maupun pusat,” kata drh Suparmi, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel Senin (21/12) saat meninjau penangkaran bibit karet unggul di Bentok Darat Kecamatan Bati-Bati Tanah Laut.

Dalam program PKR ini selain dibagikan bibit secara gratis juga para petani karet diberikan bantuan berupa alat chainsaw, pupuk, pestisida dan lain-lain. Tujuan kegiatan PKR untuk meningkatkan produktivitas karet sekaligus meningkatkan pendapatan para petani.

“Pohon yang sudah tua dan bukan bibit unggul, kita anjurkan untuk diremajakan dengan ikut program PKR ini,” kata Suparmi.

Diakui Suparmi, produktivitas karet Kalsel masih dibawah karet di luar negeri seperti Malaysia dan Thailand. Karet di Kalsel per hektar lahan baru menghasilkan 1034 kilogram per tahun.

“Sementara karet di luar negeri seperti Malaysia sudah mampu menghasilkan 1600 kilogram per tahun untuk 1 hektar lahannya,” kata Suparmi.

Karena itu melalui program PKR ini diharapkan produktivitas tanaman karet di Kalsel terus meningkat hingga menyamai produktivitas karet di negeri jiran.

Disbunnak Kalsel juga terus memberikan penyuluhan agar petani karet makin sejahtera memanfaatkan lahan miliknya. Misalnya dengan memberikan percontohan tanaman tumpang sari dengan lahan karet seperti kopi,  lada,  kelapa, jagung dan lainnya.

“Saat ini harga karet di Kalsel makin membaik, rata – rata Rp 9800 sampai Rp 11.500 per kilogramnya,” kata Suparmi.

Hal ini berkat terbentuknya Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB) di berbagai daerah Kalsel. Pasalnya, Keberadaan UPPB mampu menaikkan kualitas dan harga jual karet yang mengacu kadar karet kering (K3).Saat ini di Kalsel sudah terbentuk UPPB sebanyak 151 unit, namun dengan luas lahan karet mencapai 270 ribu hektar, idealnya di Kalsel terbentuk UPPB sebanyak 650 unit.

UPPB Gintung Raya di Juai Kabupaten Balangan saat ini perputaran uangnya mencapai Rp 12 milyar per bulan. “Ini menandakan petani karet melalui UPPB semakin meningkat kesejahteraannya,” kara Suparmi.

Namun ke depannya diharapkan petani karet secara aktif melakukan peremajaan sendiri tanaman karetnya. “pemerintah provinsi sifatnya hanya memberikan stimulan, dengan harga jual tinggi seperti sekarang sudah saatnya petani melakukan intensifikasi sendiri,” harap Suparmi.

Sementara Sumarno penangkar bibit karet unggul PB 260 di Bentok Darat mengatakan pihaknya kerap dapat pesanan bukan saja dari Kalsel tapi juga provinsi tetangga. “Pihak Disbunnak Kalsel rutin melakukan kontrol bibit ke sini dan bibit yang kami pasarkan sudah dapat sertifikasi juga,” pungkas Sumarno. Ary

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here