Target Swasembada Daging, Pemprov Kalsel Kembangkan Integrasi Sawit-Sapi

0
211

Banjarbaru – Dalam rangka memenuhi target swasembada daging sapi pada 2022, Pemprov Kalsel melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) melakukan program integrasi sawit – sapi. “Sesuai arahan Gubernur Kalsel Paman Birin, kita menargetkan swasembada daging pada 2022, untuk itu Disbunnak salah satunya mengembangkan sawit -sapi,” papar drh Suparmi di Banjarbaru Selasa (22/12) siang.

Menurut Suparmi, Program Integrasi Sawit-Sapi bertujuan untuk mendukung peningkatan populasi sapi potong, karena dengan adanya integrasi Sawit-Sapi tersebut, keterbatasan pakan dapat dipenuhi dari pengelolaan limbah sawit, dengan memanfaatkan pelepah sawit sebagai pakan sapi dan limbah sapi (kotoran) sebagai pupuk tanaman sawit.

“Integrasi sawit sapi dapat dilakukan secara intensif maupun semi intensif, kalau secara intensif sapi full digembalakan di lahan sawit sementara semi intensif sapi setelah digembalakan di lahan sawit akan kembali ke kandangnya,” terang Suparmi.

Kalsel memiliki potensi pengembangan sawit sapi karena memiliki luas tutupan kebun sawit mencapai lebih dari 500 ribu hektar atau secara statistik 426 ribu hektar. “Program ini tak mengandalkan APBD namun mendorong pihak swasta aktif melaksanakan,” kata Suparmi.

Salah satu dari empat perusahaan perkebunan sawit yang sudah melaksanakan program integrasi sawit sapi adalah PT Buana Karya Bakti di Tanah Bumbu yang telah mengembangkan sapi brahmana Cross sebanyak 918 ekor di lahan sawitnya.

Dengan program integrasi tersebut sapi betina  juga akan lebih produktif melahirkan. “Kalsel secara nasional juga telah menjadi role model pengembangan integrasi sawit sapi ini dengan  harapan nantinya akan menghasilkan harga sapi yang lebih rendah,” kata Suparmi.

Kendala selama ini, para pedagang mendatangkan sapi luar karena harga di sana lebih rendah. “Diharapkan dengan integrasi sawit sapi maka cost ternak sapi rendah hingga Rp 34 ribu per kg karena pakannya sudah tersedia, sehingga tak perlu lagi mendatangkan sapi luar,” kata Suparmi.

Kalsel juga telah memiliki  sarana RPH (rumah potong hewan) bersertifikat di kabupaten Banjar.

Guna terus meningkatkan produksi sapi, Disbunnak Kalsel pada 2021 akan melaksanakan program 1000 desa integrasi sawit sapi di Tala, Batola dan Tanbu. Kemudian juga melanjutkan program Sapi komoditas andalan negeri atau Sikomandan, penambahan populasi sapi indukan, penguatan pusat kesehatan hewan dan program pengendalian pemotongan sapi betina produktif. Ary

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here