Kalsel Terus Kembangkan Potensi Kelapa Sawit

0
125

Banjarbaru – Pemprov Kalsel melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan terus mengembangkan pembangunan sektor perkebunan khususnya kelapa sawit dan karet sebagai komoditas unggulan.
Perkebunan sawit dan karet diupayakan mengangkat perekonomian masyarakat Kalsel. Hal ini selaras dengan program Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor yang ingin memprioritaskan sektor non tambang sebagai komoditas unggulan untuk menggantikan sektor tak terbarukan.

Selain melaksanakan program peremajaan sawit rakyat (PSR)  dan integrasi sapi sawit,  Disbunnak Kalsel sesuai arahan Gubernur, juga mengembangkan tanaman tumpang sari di berbagai perkebunan kelapa sawit milik masyarakat maupun perusahaan. “Manfaatnya banyak bagi pekebun, selain bernilai ekonomi saat masa tunggu panen tanaman utama kelapa sawit, dengan adanya tumpang sari juga bisa dijadikan pakan ternak sapi,” kata Kadisbunnak Kalsel drh Suparmi baru-baru tadi.

Pengembangan tumpang sari bisa dilakukukan dengan tanaman jagung,  jenis palawija atau kacang-kacangan. “Untuk mendukung program integrasi sawit sapi, kita juga menganjurkan tanaman pakan di sela sawit seperti tanaman lamtoro atau rumput-rumputan,” kata Suparmi.

Perkebunan kelapa sawit dapat dikembangkan sebagai ketahanan pangan melalui program diversifikasi ini. “Dengan tumpang sari juga membantu pendapatan pekebun selama masa kelapa sawit belum menghasilkan,” tambah Suparmi.

Dalam rangka memenuhi target swasembada daging sapi pada 2022,  Disbunnak Kalsel juga melaksanakan  program integrasi sawit – sapi.

Menurut Suparmi, Program Integrasi Sawit-Sapi bertujuan untuk mendukung peningkatan populasi sapi potong, karena dengan adanya integrasi Sawit-Sapi tersebut, keterbatasan pakan dapat dipenuhi dari pengelolaan limbah sawit, dengan memanfaatkan pelepah sawit sebagai pakan sapi dan limbah sapi (kotoran) sebagai pupuk tanaman sawit.

“Integrasi sawit sapi dapat dilakukan secara intensif maupun semi intensif, kalau secara intensif sapi full digembalakan di lahan sawit sementara semi intensif sapi setelah digembalakan di lahan sawit akan kembali ke kandangnya,” terang Suparmi.

Kalsel memiliki potensi pengembangan sawit sapi karena memiliki luas tutupan kebun sawit mencapai lebih dari 500 ribu hektar atau secara statistik 426 ribu hektar. Ary

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here