Aura Mistis Gunung Pamaton, Banyak Kain Kuning Bekas Belampah

0
4183
Kain kuning di puncak Pamaton – foto – foto by Ahmad Arya/Jejakbanua.com

Banjar – Gunung Pamaton terletak di Desa Kiram Atas Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar. Gunung ini beraura mistis kental. Banyak cerita alam gaib menyelimutinya sejak dulu hingga kini.

Dipercaya sebagian masyarakat Banjar sebagai kotanya alam gaib karena ada yang pernah melihat keramaian bak perkotaan saat berada. di puncak gunung.

Ada pula yang mengatakan gunung ini sebagai tempat raibnya sang Pangeran Suryanata dari alam wujud ke alam gaib. Pangeran Suryanata seorang raja pertama sekaligus raja termasyhur kerajaan Banjar zaman Pra Islam.

Dipercaya ia bersama Putri Junjung Buih tidak mati melainkan pindah alam. Salah satu tempat yang dipercaya berkumpulnya para tokoh kerajaan masa silam di alam gaib adalah Gunung Pamaton.

Ada kepercayaan masa lalu di kalangan masyarakat bahwa para tokoh kerajaan maupun tokoh masyarakat sebenarnya tidak mati melainkan hanya pindah alam saja.

Dipercaya pula Gunung Pamaton sebagai tempat kerajaan gaib.

Dari cerita legenda bercampur mitos itulah nama Gunung Pamaton terus memunculkan aura mistis bagi yang mempercayainya.

Saat dikunjungi Jejakbanua.com baru-baru tadi, di puncak Pamaton banyak ditemui kain kuning, tikar purun dan sampah bungkus makanan bekas warga yang pernah bersemedi atau belampah (bahasa Banjar).

Puncak Pamaton kerap dijadikan tempat belampah oleh siapapun yang ingin mencari ilmu dan kedikdayaan/kesaktian.

Pendopo Gunung Pamaton

Selain itu ada pendopo di puncak gunung yang digunakan pengunjung untuk istirahat setelah mendaki

Ada pula ditemui tugu pramuka pertanda tempat ini kerap dijadikan pelatihan anggota Pramuka.

Di kaki gunung, juga ada bangunan pendopo dan bangunan prasasti Gunung Pamaton yang dibangun pada era Bupati Banjar Pangeran Khairul Saleh. Di dekat pendopo di kaki gunung ada tempat pemandian yang dipercaya berkhasiat oleh masyarakat.

Pemandangan di Puncak Pamaton

Tak jauh dari sana masih di kaki gunung yang sama ada batu besar yang disebut batu hajat. Banyak kain kuning dan bekas dupa terdapat di sekitar batu.

Darmawan salah satu penjaga Gunung Pamaton saat ditemui mengatakan memang banyak yang mendaki ke puncak dengan hajat tertentu. “Ada yang sendirian maupun rombongan, banyak juga yang menginap di puncak Pamaton bahkan ada yang sampai seminggu,” kata Darmawan, pria usia lanjut asal Dusun Jarak Desa Kiram ini.

Pengunjung Pamaton bukan saja dari Kalsel tapi bahkan juga dari berbagai daerah Kalteng. “Biasa mereka mandi2 di sungai bawah sini sebelum naik ke puncak karena ada hajat,” tambah Darmawan yang tiap hari menjaga pos di kaki gunung Pamaton. Selain mandi-mandi, ada juga pengunjung yang selamatan sekaligus berdoa agar hajat di kabulkan di kaki bukit dibimbing oleh Darmawan sebagai juru kunci.

Dulunya, cerita Darmawan, di kaki Gunung Pamaton sempat ditambang batunya oleh masyarakat namun kini tak diperbolehkan lagi. “Waktu tahun 80-an, masih jalan setapak daerah Pamaton ini pohonnya masih besar-besar, kami sering melewati jalan sini untuk ke daerah Djoengoer berburu rusa,” aku Darmawan.

Pesannya, diharapkan kepada warga yang ingin ke puncak Pamaton jangan berbuat tak senonoh karena gunung ini dikeramatkan. “Silakan naik ke puncak tapi jangan berbuat hal yang melanggar norma dan perbuatan atau perkataan tak senonoh,” pesan Darmawan.

Untuk naik ke puncak Pamaton, perlu membawa bekal karena jaraknya sekitar 1 kilometer dari kaki gunung. Ada beberapa titik jalur pendakian yang cukup terjal dan perlu hati-hati melewatinya.

 

Pemandangan di puncak Gunung Pamaton sangat indah, karena kita bisa menyaksikan pegunungan di sekitar Kiram yang lebih rendah darinya. Tak jauh dari Gunung Pamaton juga nampak Gunung Mandiangin atau Tahura Sultan Adam. Ary

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here