Paman Birin Usulkan 10 Ribu Ha Food Estate

0
253

Banjarbaru – Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor mengajukan usulan strategis kepada pemerintah pusat untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus memajukan dunia pertanian banua. Pria akrab disapa Paman Birin tersebut telah mengusulkan program food estate seluas 10 ribu hektar yang nantinya bakal menjadi areal baru tanaman pangan.
Menurutnya, Kalsel terus berupaya meningkatkan produksi pertanian. Salah satunya adalah melakukan langkah langkah terukur menjemput program program pemerintah pusat.

“Semua program pertanian yang kita miliki disinergikan dengan program pusat melalui Kementerian Pertanian. Alhamdulillah pemerintah selalu merespon positif,” terang Gubernur H Sahbirin Noor usai mengikuti Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian 2021 secara virtual yang dibuka Presiden RI Jokowi, Senin (11/1).

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Syamsir Rahman menambahkan bahwa Gubernur Kalsel Sahbirin Noor telah diusulkan program food estate di Kalsel seluas 10 ribu hektar. Menurut Syamsir, saat ini pihak Kementerian Pertanian Sedang mengkaji dan memilah usulan tersebut. “Kementan juga sedang menunggu dari hasil program food estate yang ada di Kalteng bagaimana polanya yang lebih tepat dan bagus, sesuai arahan presiden nanti tinggal dicontoh saja oleh daerah lain,” kata Syamsir.

Menurut Syamsir, lokasi program food estate berada di 3 lokasi yakni Kabupaten Barito Kuala, Tapin dan Hulu Sungai Tengah.

Jika usulan tersebut disetujui maka akan memperbaiki apa yang menjadi kekurangan dari provinsi lain.  Sementara terkait pembiayaannya nanti bersumber dari dana APBN.

Selain program food estate, Paman Birin juga kembali mengusulkan program optimasi lahan untuk menjngkatkan produksi dan lahan pertanian Kalsel dengan seluas 10 ribu hektar pada tahun 2021. “Sebelumnya program optimasi lahan juga sudah dilaksanakan pada 2020 dengan luas 10 ribu hektar juga di daerah Kabupaten Banjar, Kotabaru, Tanah Bumbu, HST, HSS dan Batola,” kata Syamsir.

Sementara program Luas Tambah Tanam pada 2021 direncanakan seluas 50 ribu hektar.  “Termasuk Gubernur Kalsel juga mengusulkan tambahan bantuan  combine harvester untuk para petani agar dapat melaksanakan panen dengan cepat,” kata Syamsir.

Petani Kalsel memerlukan 200 buah combine harvester, namun baru 60 buah yang ada saat ini.

Sejak 2016 Kalsel selalu mampu memproduksi kisaran 2 juta ton gabah yang bila dikonversikan ke beras menjadi 1,4 juta ton beras.

Sementara jumlah total kebutuhan masyarakat Kalsel hanya sekitar 400 ribu ton beras. Angka ini berdasarkan perhitungan jumlah penduduk Kalsel sebanyak 4,2 juta jiwa lebih dengan konsumsi berasnya memerlukan 33.425 ton per bulan.

“Jadi surplus 1 juta ton beras, yang kemudian digunakan untuk cadangan pangan dan mencukupi kebutuhan Kalteng dan Kaltim,” ujar Syamsir.

Berdasarkan data riil Dinas TPH Kalsel jumlah produksi GKG Kalsel pada tahun 2016 sebanyak 2,3 juta ton, tahun 2017 sebanyak 2,4 juta ton, tahun 2018 sebanyak 2,4 juta ton, tahun 2019 sebanyak 2,2 juta ton dan tahun 2020 sebanyak 2 juta ton. 

Kemajuan yang dicapai Kalsel di sektor pertanian mendapatkan atensi dari Presiden Jokowi. Menurut Mentan RI Syahrul Yasin Limpo saat mengunjungi Kabupaten Batola akhir Agustus 2020 lalu, Presiden Jokowi secara langsung menanyakan terkait perkembangan lahan pertanian di Kalsel.

Menurut Syahrul, pertanian Kalsel akan disiapkan untuk memback up  program food estate yang dipusatkan di Kalteng. Food estate merupakan program untuk menjaga ketahanan pangan yang dilaksanakan pemerintah pusat.

“Program food estate memang di Kalteng tapi Kalsel disiapkan untuk memback up,” kata Syahrul

Syahrul yakin dibawah kepemimpinan Gubernur Kalsel, ekspansi lahan pertanian  di Kalsel dapat terus dikembangkan.

Program food estate dimulai sejak Bulan September 2020 lalu. Dalam program food estate akan dilaksanakan dua kali tanam padi dan tanaman pangan lainnya dalam setahun. Ary

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here