Banjir di 10 Kabupaten/Kota Kalsel: 34 Ribu Jiwa Ngungsi, HST Terdampak Parah

0
88

Banjarbaru – Bencana banjir di Kalsel yang saat ini masih berlangsung di berbagai kabupaten/kota menimbulkan daya rusak parah. Mengacu update bencana sementara dari BPBD Provinsi Kalsel, Minggu (17/1/2020) sebanyak 34.636 jiwa sudah mengungsi ke posko-posko banjir baik yang didirikan pemerintah, instansi dan warga secara mandiri.

Rincian per kabupaten/kota yang terdampak, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) tercatat sebagai wilayah terparah terdampak banjir, total ada 16.100 KK dengan jumlah jiwa sebanyak 64.400 orang.Kabupaten Banjar sebanyak 9.578 KK atau 25.601 jiwa terdampak dengan jumlah pengungsi sebanyak  6.356 jiwa. Kabupaten Tanah Laut sebanyak 8.870 KK atau 27.815 jiwa, dengan jumlah pengungsi 13.062. Kabupaten Balangan sebanyak 5.699 KK atau 17.501 Jiwa, pengungsi belum terdata.

Berikutnya, ada Kabupaten Tabalong 253 KK atau 770 jiwa, pengungsi belum terdata. Kota Banjarbaru 2.594 KK atau 8.671 jiwa, pengungsi 3.690 jumlah pengungsi. Kota Banjarmasin 5.608 atau KK 17.009 jiwa, update pengusngsi belum terdata.

Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) sebanyak 3.138 atau KK 6.690 jiwa, pengungsi belum terdata. Kabupaten Tapin sebanyak 515 KK atau 1.492 jiwa, dengan pengungsi berjumlah  328 jiwa.

Adapun dari data sementara tersebut, tercatat 15 orang yang dilaporkan meninggal dunia di 10 kabupaten/kota dengan rincian, Kabupaten Banjar 3 jiwa, Tanah Laut 7 jiwa, HST sebanyak 3, masing-masing 1 korban jiwa di Banjarbaru dan Tapin.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar menerangkan, jumlah rumah terdampak banjir di Kalsel sebanyak 36.302 buah.

Sementara infrastruktur jembatan yang rusak ada di Kabupaten Banjar 2 buah, di kabupaten tanah Laut 2, Banjarbaru 1 buah dan terbanyak di HSS 9 buah.

“Untuk keseluruhan jumlah infrastruktur jembatan yang rusak akibat banjir sebanyak 14 buah. Saat sedang dilakukan perbaikan,” ujarnya.

Sementara BPBD mencatat bencana banjir kali ini juga membuat sebanyak 18.536 hektare lahan pertanian rusak atau fuso. Sehingga diperlukan bantuan benih padi sebanyak 500 ton.

Begitu pula untuk peternakan yang terdampak. Seperti sapi, bebek, ayam, kambing yang terkonsentrasi di Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tanah Laut, Balangan dan Kabupaten Barito Kuala (Batola). Ary

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here