Wisata Tahura Porak Poranda Diterjang Banjir dan Longsor

0
175


Banjar – Hujan yang di wilayah Kalimantan Selatan dalam beberapa hari terakhir ini yang mengakibatkan banjir dan longsor, salah satunya yang terdampak adalah Tahura Sultan Adam, objek wisata alam milik Dishut Kalsel. Longsor dan banjir bandang terjadi di wilayah Tahura SA diperkirakan pada beberapa hari hingga Sabtu (17/1) lalu.

Akibatnya ada beberapa sarana dan prasarana pada objek wisata alam Tahura SA Mandiangin yang rusak akibat banjir. Di  beberapa lokasi Tahura juga mengalami longsor hingga jalan dipenuhi tanah setingggi 1,5 meter.

Sarana rusak lainnya seperti  jembatan liang macan yang aspalnya ikut terbawa arus yang deras, kemudian pos retribusi masuk Tahura pada Kamis (14/1) dinihari air masuk ke induk bangunan.

Kepala Tahura SA  Ainun Jariah turun langsung ke lokasi yang terdampak dari banjir. “untuk sekitar pos retribusi pada kamis dini hari yang lalu mengakibatkan kerusakan pada jembatan dan aspalnya tergerus arus air deras yang tingginya hampir mencapai 1 meter, hingga memasuki induk bangunan pos retribusi, dan hari ini petugas melakukan pembersihan lumpur dari sisa banjir tersebut,” tutur Ainun Jariah.

Ia juga menceritakan, banjir dan tanah longsor juga terjadi di kaki bukit besar Mandiangin, yang mana dari longsor tersebut mengakibatkan jalanan di depan Arboretum bambu tertutup tanah sekitar 100 meter, dan longsoran tanah tersebut terbawa arus air hingga tembus ke jalan menuju Agrowisata.

“Bukan hanya sarana dan prasarana saja yang terdampak dari banjir, kurang lebih 50 rumpun bambu berbagai jenis di lokasi Arboretum Bambu juga hanyut di terjang tanah longsor, untuk itu kepada petugas lapangan untuk melakukan kerja bakti siang ini membersihkan sisa – sisa tanah lumpur akibat banjir dan tumpukan tanah yang  menutup akses naik ke Puncak Bukit besar dan juga pada jalan menuju agrowisata,” pungkasnya.

Manager Site Mandiangin M. Hasnand kepada Jejak banua.com mengatakan, memang dalam 3 hari terakhir ini curah  hujan sangat tinggi di wilayah Tahura. “sesuai dengan arahan Kepala Tahura SA, dari pagi tadi para petugas sudah melaksanakan giat pembersihan lokasi yang terdampak banjir,” katanya.

Ia juga menuturkan, selain pembersihan lokasi juga melakukan pendataan bangunan sarpras yang ada di Tahura Mandiangin sebagai laporan lebih lanjut kepada pimpinan,” tutur Manager begitu biasa M.Hasnand di sapa. (Ary/rizani)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here