Banjarbaru – Kementan RI bakal membantu sawah milik petani yang mengalami Puso akibat bencana banjir yang melanda 11 Kabupaten/Kota di Kalsel. “Kementan RI sudah menyampaikan akan membantu benih padi untuk lahan pertanian yang mengalami fuso akibat banjir,” kata Kadis TPH Kalsel Syamsir Rahman, saat usai mendampingi Gubernur Kalsel Sahbirin Noor memberangkatkan bantuan korban banjir dari Kementan RI dan Pemprov Kalsel, Sabtu (23/1) siang.

Disebutkan Syamsir, rencana Kementan RI akan memberikan benih gratis kepada petani sebanyak 1100 ton untuk areal seluas 50 ribu hektar. “Lahan pertanian padi, jagung dan sebagainya yang mengalami puso akibat terdampak banjir sebanyak 46.235 hektar di berbagai kabupaten/kota se Kalsel,” kata Syamsir.

Tak hanya itu, Kementan juga akan membantu perbaikan infrastruktur pertanian yang rusak akibat banjir seperti rumah penyuluh pertanian, jalan pertanian dan lain-lain. “Termasuk perbaikan infrastruktur pertanian yang rusak juga akan dibantu,” kata Syamsir.

Akibat banjir Kalsel diperhitungkan Kalsel bakal kehilangan 200 ribu ton gabah kering giling hasil panen. Namun hal itu tak berdampak signifikan terhadap ketahanan pangan karena Kalsel pada tahun 2020 telah  surplus 2 juta ton gabah kering giling. “Dengan adanya bantuan benih padi nanti, diharapkan dapat panen 600 ribu ton sehingga hingga akhir tahun 2021, Kalsel tetap mampu mempertahankan surplus beras,” kata Syamsir.

Dinas TPH bersama Dinas Ketahanan Pangan serta Dinas Perkebunan dan Peternakan sesuai arahan Gubernur Kalsel terus bergerak memberikan bantuan kepada korban banjir khususnya para petani yang lahannya Terdampak. “Inilah makna bergerak yang digelorakan Gubernur Kalsel, artinya berjuang gelorakan rakyat, membantu dan peduli dengan rakyat yang ditimpa musibah bencana alam,” kata Syamsir. Ary

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here