Pasca Banjir, Warga Desa Waki Belum Bisa Usaha

0
171
Kondisi Desa Waki, banyak tumpukan kayu bekas rumah yang hanyut dibawa arus banjir Foto :Ahmad arya

Barabai – Masriyah (65) warga Desa Waki Kecamatan Batu Benawa dengan tatapan penuh harap sedang duduk dibangku kayu depan rumahnya, Sabtu (23/1) petang. Di depannya berjejer beberapa jerigen dan ember plastik.

Ia dan beberapa warga lain sedang menunggu   truk pensuplai air bersih.

Warga Desa Waki saat ini mengharapkan bantuan air bersih untuk minum karena sungai Benawa sudah terkontaminasi lumpur akibat banjir.

Masriyah menceritakan dirinya dan anak cucu mengungsi selama beberapa hari di rumah tetangga yang letaknya ada di dataran tinggi. “Kami mengungsi ke tetangga selama beberapa hari akibat banjir,” kata Masriyah.

Saat ini hampir semua warga Desa Waki sedang membersihkan rumah masing-masing yang dipenuhi lumpur dan sampah. Tumpukan  kayu dan sampah bekas banjir menggunung di tepi jalan Desa Waki.

Sekdes Desa Waki Noor Hidayah mengatakan pasca banjir praktis hampir semua warga di sana tak dapat melakukan aktivitas usaha. Pasalnya infrastruktur jembatan gantung menuju kebun dan lahan sawah  milik warga telah putus akibat banjir. Begitu juga jalanan desa ikut rusak.

Sekitar 50-an rumah warga juga hanyut diterjang banjir. “90 persen lebih rumah warga di sini mengalami rusak berat dan ringan,” kata Noor Hidayah usai menerimakan bantuan sembako dari Pemprov Kalsel yang diserahkan  Kadis TPH Kalsel Syamsir Rahman.

Noor Hidayah mewakili masyarakat mengucapkan terima kasih atas bantuan sembako dari Gubernur Kalsel yang telah diserahkan Dinas TPH Kalsel. Ia mengatakan bantuan sembako maupun benih padi sangat bermanfaat bagi masyarakat setempat. “Paling utama kita harapkan memang bantuan sembako dan benih padi, karena lahan pertanian kami rusak dan kami tak bisa aktivitas usaha akibat jembatan gantung  menuju kebun atau lahan tani di seberang sungai rusak akibat banjir,” kata Noor Hidayah.

Selain Desa Waki, beberapa desa di Kecamatan Batu Benawa juga Terdampak parah akibat banjir. Begitu juga yang dialami berbagai desa di Kecamatan Hantakan.

Kepada para petani di Desa Waki, Kadis TPH Kalsel Syamsir Rahman menyampaikan bahwa sawah yang mengalami puso bakal diganti dengan benih gratis dari Kementan RI. “Seluruh petani di Kalsel yang sawahnya alami puso akan diganti dengan benih baru sebanyak 1100 ton yang cukup untuk areal sawah seluas 50 ribu hektar,” kata Syamsir.

Data Dinas TPH Kalsel, jumlah lahan pertanian yang puso akibat banjir Kalsel seluas 46.235 hektar. Ary

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here