Dampak Banjir Kalsel Rugi Rp 1,3 T, Gubernur Apresiasi Bantuan Berbagai Pihak

0
150

BANJARMASIN – Tim Reaksi Cepat Pusat Teknologi Pengembangan Sumber Daya Wilayah Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi ( BPPT) memperkirakan kerugian akibat bencana banjir yang melanda di wilayah Kalimantan Selatan sekitar Rp 1,349 triliun. Sektor pendidikan, ekonomi, pertanian, kesehatan, perikanan, infrastruktur, produktivitas ekonomi masyarakat  dan lainnya mengalami dampak besar yang perlu penanganan pasca bencana.

Namun syukurnya untuk penanganan tanggap darurat, bantuan dari berbagai elemen masyarakat dan instansi pemerintah serta sektor swasta  terus mengalir.

Kali ini bantuan 2.000 paket sembako, obat-obatan, dan keperluan harian orang dewasa dan anak-anak senilai Rp237.500.000 berasal dari Ikatan Pegawai OJK (IPOJK), Ikatan Istri Pegawai OJK (IIPOJK), dan Lembaga Jasa Keuangan di Kalsel.

Bantuan diserahkan Kepala OJK KR 9 Kalimantan, Riza Aulia Ibrahim secara simbolis kepada Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, Selasa (26/01) di Mahligai Pancasila-Banjarmasin.

Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor menyambut baik partisipasi jajaran OJK yang turut meringankan kesulitan para korban banjir. “lni salah satu conton dari peran serta masyarakat,” ujarnya.

Dikatakan, saat ini memang masyarakat terdampak banjir perlu uluran tangan semua pihak. “Sekecil apapun bantuan akan berguna untuk meringankan beban para Terdampak banjir,” kata Paman Birin.

Sementara, Riza Aulia mengatakan, di awal banjir jajarannya sudah melakukan kegiatan sosial dan membuka posko.  Diharapkan melalui Pemprov, bantuan bisa tersalur dengan tepat, karena lebih mengetahui titik-titik yang memerlukan bantuan.

Bencana banjir di sejumlah daerah dalam Provinsi Kalsel kini masih tejadi. Jumlah pengungsi terus naik, hingga Senin (25/1) berdasarkan data BPBD Kalsel menjadi 100.881 orang.
Sedangkan jumlah pengungsi yang kembali ke rumah masing-masing, sebanyak 17.004 orang.
Tercatat, jumlah keluarga yang terdampak sebanyak 170.329 KK dengan jumlah jiwa 584.279 orang.
Jumlah korban meninggal akibat banjir Kalsel sebanyak 24 orang dan korban hilang sebanyak 3 orang.

Rumah terendam saat ini turun menjadi 94.029 unit, tempat ibadah terdampak 608 unit dan sekolah terdampak 735 unit.

Menurut Tim Reaksi Cepat Pusat Teknologi Pengembangan Sumber Daya Wilayah Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi ( BPPT),
nilai kerugian di sektor pendidikan sekitar Rp 30,446 miliar, sedangkan pada sektor kesehatan dan perlindungan sosial diperkirakan sekitar Rp 27,605 miliar.

Sektor infrastruktur sekitar Rp 424,128 miliar, sektor perikanan sekitar Rp 46,533 miliar, sektor produktivitas masyarakat sekitar Rp 604,562 miliar, dan sektor pertanian sekitar Rp 216,266 miliar. Banjir yang melanda wilayah Kalimantan Selatan pada Januari 2021 terjadi akibat curah hujan ekstrem dan penurunan tutupan lahan (vegetasi kerapatan tinggi/hutan), terutama di daerah hulu yang menjalankan fungsi penyimpanan air. ( Ary/Sal)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here