Harapan Safnah Usai Rumahnya Hanyut Diterjang Banjir

0
701

Barabai – Safnah, salah satu korban banjir yang kehilangan rumahnya akibat banjir bandang yang menerjang Desa Waki Kecamatan Batu Benawa pertengahan Januari 2021 lalu. Sambil menggendong cucunya, ia menceritakan bukan hanya rumahnya yang raib akibat banjir tapi juga saudara dan anaknya.

“Ini bekas letak rumah anak saya Fadlianor dan istrinya Rahimah, juga ikut hilang,” katanya sembari menunjukkan kepada Jejakbanua.com sebidang tanah kosong, batu-baru tadi.

Saat ini ia dan beberapa anggota keluarga tinggal di tenda terpal untuk sementara waktu. “Alhamdulillah untuk bantuan makanan berdatangan dari berbagai pihak baik dari pemerintah maupun masyarakat,” katanya sembari menggendong seorang cucunya.

Namun yang menjadi persoalan mereka sudah tak punya tempat tinggal yang layak dan permanen. Sementara dana untuk membangun rumah kembali tak ada.

“Makanya saya mohon bantuan untuk membangun rumah kami lagi,” katanya.

Saat ini, Safnah dan keluarga juga tak bisa mencari nafkah akibat kebun dan sawah mereka juga rusak akibat banjir. “Untuk menuju kebun saja kami warga di sini terpaksa pakai jukung karena jembatan gantung yang biasa dilalui menuju kebun sudah putus akibat banjir,” katanya.

Ada 3 buah jembatan gantung yang cukup vital di Desa Waki putus akibat banjir. “Kami mohon apabila memang ada bantuan dana perbaikan rumah dapat secepatnya,” harapnya.

Secara terpisah Sekda HST Faried Fakhmansyah mengatakan Pemkab HST saat ini sudah selesai memverifikasi data rumah warga yang hilang akibat banjir bandang, sementara data rumah rusak berat dan ringan masih dilakukan pendataan.

“Data kerusakan rumah itu akan diserahkan ke BPBD Kalsel untuk diteruskan ke BNPB pusat,” kata Faried saat ditemui di Desa Waki. Direncanakan BNPB akan membantu dana perbaikan rumah mulai Rp 10 juta, Rp 25 juta hingga Rp 50 juta, tergantung seberapa parah kerusakannya.

Sementara Camat Hantakan Kartadipura mengatakan  akibat banjir dan longsor selain kerusakan infrastruktur jalan, jembatan serta fasilitas publik juga menghilangkan 127 rumah warga. “Ada 914 kepala keluarga atau 2840 jiwa Terdampak banjir di Hantakan, ratusan rumah warga juga mengalami rusak berat, ringan bahkan hilang hanyut akibat banjir bandang,” ujar Kartadipura. Ary

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini