Cerita Ulil Ikut Yudisium Dari Lokasi Bencana di Hantakan

0
170

BARABAI – Ulil yang juga merupakan anggota relawan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Madiun, Jawa Timur, menjalani yudisium di tengah misi kemanusiaan yang diembannya. Ya, Ulil tengah berada di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) yang merupakan daerah terdampak bencana banjir di Kalsel di awal tahun 2021, dan mengemban tugas kemanusiaan sebagai Koordinator Lapangan Kabupaten HST.

Ulil yang merupakan mahasiswa dari Fakultas Hukum Universitas Merdeka Madiun, mengikuti yudisium di tengah tugas kemanusiaan yang diembannya di Desa Alat, Kecamatan Hantakan, Kabupaten HST. Diakui Ulil, ini merupakan pengalaman berbeda yang dialaminya. Menurut Ulil, yudisium yang dilaksanakan pada Sabtu (6/3) kali ini dilaksanakan secara online (dalam jaringan), dimana pada umumnya pelaksanaan yudisium secara offline.

“Alhamdulillah saya dikasih kesempatan spesial sekali. Saya bisa menjalani yudisium secara virtual atau online di lokasi pengungsian. Bersama masyarakat sekitar yang merupakan saudara-saudara kita yang terdampak banjir,” kata Ulil saat ditemui usai yudisium, Sabtu (6/3) lalu. 

Momentum yudisium kali ini, dimanfaatkan Ulil untuk berbagi kepada masyarakat Desa Alat, yang terdampak bencana banjir. Di mana, Ulil mengajak masyarakat setempat turut serta menyaksikan yudisium online yang dijalani Ulil.

“Tujuannya untuk memotivasi masyarakat di sini. Agar masyarakat Desa Alat menjadi SDM (sumber daya manusia) yang unggul. Jangan hanya berpasrah di jenjang pendidikan SD, SMP maupun SMA,” imbuh pemuda asal Madiun ini.

Selama dua bulan menjalani tugas kemanusiaan di Kabupaten HST, Ulil melihat motivasi anak-anak muda di Desa Alat untuk belajar cukup kuat. Apalagi, selama masa penanggulangan bencana di Kabupaten HST, banyak sekali mahasiswa di berbagai universitas baik di Kalsel maupun di luar Kalsel yang gotong royong membantu masyarakat terdampak banjir dan pemulihan pasca banjir di kabupaten berjuluk Bumi Murakata ini.

“Saya melihat motivasi pemuda di sini sangat tinggi. Itu terlihat selama saya berada di sini. Bukan hanya saya, mahasiswa yang berasal dari Pulau Jawa, mahasiswa lain dari Banjarmasin dan lainnya mengakui motivasi anak muda disini. Misalnya di SDN 1 Haruyan, di mana kelas 1 hingga kelas 3 SD itu berada di atas gunung, sedangkan kelas 4 SD hingga kelas 6 SD itu berada di bawahnya. Namun semangat mereka untuk menempuh pendidikan itu sangat kuat,” jelas Ulil.

Ulil mengaku takjub. Kendati dipisahkan dengan jarak sejauh 3 kilometer, semangat anak muda di wilayah ini sangat tinggi. Sehingga, menambah semangat dan motivasi Ulil untuk menjalani tugas kemanusiaan dan menyelesaikan studinya, kendati jauh dari kampung halaman karena tengah berada di tanah bencana, yaitu di Desa Alat, Kecamatan Hantakan, Kabupaten HST.

“Harapannya dengan pelaksanaan yudisium online ini, dapat memotivasi masyarakat khususnya Desa Alat, untuk menjadi SDM yang lebih unggul dibandingkan sebelumnya. Serta doa saya untuk masyarakat Desa Alat maupun masyarakat Kalsel pada umumnya dapat segera pulih. Kita harus semangat dalam menjalani kehidupan baru,” pungkas Ulil. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here