Tanaman Rehab DAS Perindah Kawasan Wisata Alam Bukit Batu Sei Luar

0
151

Banjarbaru – Kawasan Bukit Batu Desa Sei Luar Kecamatan Aranio Kabupaten Banjar dinilai berpotensi tinggi untuk terus dikembangkan menjadi daerah wisata. “Saya menilai potensinya tinggi kita lihat sendiri keindahannya disini, bisa dikembangkan jadi wisata bahari, treking forest, dan wisata alam lainnya,” kata Wamen LHK Alue Dohong saat meninjau pelaksanaan Rehab DAS oleh IPPKH di Kawasan Bukit Batu Desa Sei Luar, Kamis (11/3) siang.

Apalagi apabila penanaman program rehab DAS telah menampakkan hasil, Alue yakin akan semakin memperindah kawasan Bukit Batu Sei Luar. Diakuinya tantangan pelaksanaan rehab DAS di Sei Luar adalah tanahnya yang banyak mengandung batu. Namun tanaman tetap bisa bertahan hidup dengan baik.

“Karena itu saya positif yakin pelaksanaan rehab DAS di Sei Luar ini dapat berhasil, apalagi saya lihat didukung dengan institusi kelembagaan yang baik dimana IPPKH selaku pelaksana rehab DAS terus memantau tanaman agar tetap hidup,” kata Alue Dohong.

Pelaksananaan rehab DAS di Sei Luar yang masuk wilayah Waduk Riam Kanan tersebut ditarget seluas 3 ribu hektar.

Sementara terkait IPPKH yang tak melaksanakan kewajibannya, Wamen LHK bakal menegur pihak bersangkutan. “Kita akan tegur dan berikan sanksi apabila ada IPPKH yang tak melaksanakan kewajibannya untuk melakukan penanaman rehab DAS,” kata Alue.

Sementara Plt Kadishut Kalsel Hj Fatimatuzzahra mengatakan pihaknya telah meminta kementerian LHK untuk memberikan sanksi maupun teguran kepada IPPKH yang tak menjalankan kewajibannya. “Hal ini kita lakukan agar mereka ikut berpartisipasi dalam peningkatan  kualitas lingkungan di Kalsel,” katanya.

Jumlah IPPKH yang melaksanakan rehab DAS tahun 2020- 2021 ini sebanyak 42 perusahaan. “Dan 80 persen diantaranya melaksanakan rehab DAS di kawasan Tahura Sultan Adam,” katanya.

Berdasar data peningkatan penanaman di areal DAS juga terjadi sejak 2018 hingga 2020 ini. “Kita juga melakukan pengetatan syarat perpanjangan IPPKH yang merekomendasikan pemenuhan kewajiban menanam di areal DAS,” katanya.

Dari sekitar 60 ribu hektar lebih target rehab DAS di Kalsel, saat ini sudah tercapai 29 ribu hektar. “Tingkat kebakaran hutan juga menurun sejak 2018 – 2020,” tambahnya.

Fatimatuzzahra juga menyampaikan keberhasilan program revolusi hijau yang dicanangkan sejak 2017. Dengan revolusi hijau dilakukan penanaman serentak di berbagai areal lahan kritis setiap tahunnya.

“Melalui program revolusi hijau dilaksanakan kewajiban menanam bagi mahasiswa saat kelulusan kuliah Dimana mereka mendapatkan sertifikat dari Dishut Kalsel,” kata Fatimatuzzahra.

Selain itu juga dilaksanakan program kewajiban bagi ASN yang akan promosi jabatan untuk melakukan penanaman pohon sebanyak 25 bibit serta program anak menanam.

Usai peninjauan, Wamen LHK juga menyerahkan paket bantuan peralatan kepada MPA (masyarakat peduli api) Desa Sei Luar. Turut hadir dalam peninjauan ke Sei Luar tersebut diantaranya, Dirjen PPKL, Dirjen PKTL, Sekretaris Dirjen PKTL Kementerian LHK Hanif Faisol Nurofiq, Plt Sekdaprov Kalsel Roy Rizali Anwar,  Plt Kadishut Kalsel Hj Fatimatuzzahra dan Kadis LH Hanifah Dwi Nirwana dan lain-lain. Ary

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here