TMMD Kodim 1008/Tanjung Buka Keterisoliran Desa Lok Batu

0
152

Tabalong – Desa Lok Batu merupakan salah satu  desa yang berada di Kecamatan Haruai, Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan.  Desa Lok Batu merupakan desa yang tertinggal/terisolasi diantara desa-desa lain yang ada di Kabupaten Tabalong. Desa ini tidak memiliki akses tersendiri ke jalan raya.  Apabila masyarakat ingin keluar ke jalan raya harus berputar melewati desa Masingai ll & desa Masingai l Kecamatan Upau, sejauh 9,5 Km, atau melewati jalan perkebunan sawit PT. Astra Agro Lestari di Desa Kasiau Kecamatan Murung Pudak sejauh 13 Km.

Sedangkan desa yang terdekat yang berada di poros jalan utama adalah desa Kembang Kuning yang berjarak sejauh 3,5 Km. Sedangkan jarak dari Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan atau Kota Banjarmasin ke desa Lok Batu sejauh kurang lebih 266 Km dengan jarak tempuh sekitar 8 jam.

Secara Geografis, desa Lok Batu merupakan salah satu dari 13 desa di Kecamatan Haruai Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan, dengan luas wilayah 80.643 ha. Di sebelah utara berbatasan dengan desa Masingai ll Kecamatan Upau, sebelah selatan desa Kasio Kecamatan Murung Pudak, sebelah timur desa Kembang Kuning Kecamatan Haruai dan sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten tetangga yaitu Kabupaten Balangan.

Jumlah penduduk desa Lok Batu Kecamatan  Haruai berjumlah 1.150 jiwa, dengan mata pencaharian penduduk mayoritas adalah petani karet, menganut agama mayoritas lslam, penduduk suku Banjar dan sebagian suku campuran/heterogen.

Sasaran fisik TMMD ke 110 di Kodim 1008/Tanjung, berupa pembuatan badan jalan dengan panjang 3.400 meter x 7 meter, saluran air sisi kanan dan kiri jalan (Drainase) 3.400 meter x 0,5 meter,  pembuatan  3 buah jembatan box dengan ukuran : 6,4 m x 7m, ukuran 2,5m x 7m dan 2m x 7m.

Tujuan pembuatan jalan tersebut, untuk membuka akses jalan desa Lok Batu menuju poros jalan utama desa Kembang Kuning, sehingga jarak tempuh menuju jalan utama lebih dekat, memudahkan pendistribusian hasil dari petani karet, meningkatkan perekonomian masyarakat dan paling utama desa Lok Batu akan lebih maju dan tidak terisolir.

Sasaran tambahan fisik berupa rehab rumah tidak layak huni berjumlah 2 unit, masing-masing milik Siti Ramah, 60 tahun, pekerjaan petani, alamat desa Lok Batu dan milik Herpi, 38 tahun, pekerjaan wiraswasta, alamat desa Lok Batu, pembuatan pos kamling 2 unit dan pembuatan pagar masjid Darul Hudha 41 meter. 

Lokasi TMMD berdasarkan usulan dari masyarakat kepada Pemda Kabupaten Tabalong, agar dibuat jalan tembus dari Desa Lok Batu menuju jalan yang dapat terhubung ke Desa Kembang Kuning sejauh 3,4 km dan guna membuka akses dari Desa Lok Batu menuju poros jalan raya, sehingga dapat meningkatkan roda ekonomi masyarakat setempat, serta tidak lagi menjadi desa tertinggal atau terisolir melalui kegiatan TMMD ke 110.

Selain sasaran fisik, juga terdapat sasaran tambahan berupa sasaran non fisik, diantaranya penyuluhan Wasbang dan bela negara, penyuluhan penanggulangan bencana oleh BPBD, penyuluhan pertanian dari Dinas Pertanian, penyuluhan Kamtibmas, Narkoba dan Tiblantas oleh Polres Tabalong, penyuluhan kesehatan oleh Dinas Kesehatan, Sosialisasi Rekrutmen TNI, kegiatan Baksos berupa pengobatan gratis, donor darah, pelayanan KB, Bazar, Sembako murah dan juga adanya perpustakaan keliling dari dinas kearsipan.

Tujuan dilaksanakannya sasaran non fisik, untuk meningkatkan rasa cinta tanah air dan bangsa, masyarakat dapat mengantisipasi dan mengambil langkah bilamana terjadi bencana, masyarakat lebih memahami cara pengolahan tanah dan pemilihan bibit guna meningkatkan hasil pertanian/kebun dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mentaati hukum dan lalulintas serta memberikan pengetahuan kepada masyarakat akan pentingnya program KB.

Selain itu juga untuk meningkatkan animo masyarakat untuk mendaftar masuk TNI dan meringankan beban masyarakat di saat pandemi Covid-19 melalui kegiatan Baksos serta untuk menumbuhkan minat baca anak-anak masyarakat desa Lok Batu ditengah-tengah Pandemi Covid-19.

Pelaksanaan TMMD dimulai pada minggu pertama sampai dengan minggu ke empat Maret 2021, dengan harapan kegiatan TMMD ke-110 diwilayah Korem 101/Antasari Tahun Anggaran 2021 dapat membantu pemerintah provinsi Kalimantan Selatan, khususnya Pemkab Tabalong, guna meningkatkan percepatan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama yang ada didaerah tertinggal atau terisolasi.

“Merupakan bentuk wujud sejarah bahwa TNI adalah dari rayat untuk rakyat.  Oleh karena itu, setiap ada pembangunan TNI selalu hadir. Selain itu dengan adanya program ini merupakan bentuk pembinaan pertahanan, sehingga dengan TMMD ini, menciptakan pertahanan diwilayah,” ucap Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Firmansyah.

Lebih lanjut dikatakan, “Dengan adanya pembuatan jalan ini, diharapkan dapat membuka akses jalan yang dapat dilalui oleh masyarakat, seperti contoh yang tadinya banyak anak-anak yang putus sekolah, dengan adanya jalan ini dapat menekan, sehingga tidak ada lagi anak-anak yang putus sekolah.”

“Bisa membantu masyarakat mempersingkat jarak tempuh, masyarakat tidak harus memutar yang memerlukan jarak yang lebih jauh, mempercepat pembangunan daerah dan membuka daerah-daerah terisolir sehingga daerah tersebut tidak lagi menjadi daerah yang tertinggal atau terisolir, inilah wujud sinergi membangun negeri,” pungkasnya.

Hingga hari ke 7 ini, tanggal 9 Maret 2021, perkembangan pembuatan badan jalan sepanjang 3.400×7 meter sudah mencapai 35 % dan bedah rumah telah mencapai 40 %, dengan melibatkan personel  TNI 127 orang, Polri 11 orang, Pemda 12 orang dan masyarakat 30 orang.(Penrem 101/Ant.)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here