Tanah Bumbu – Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalsel mendorong pengembangan tanaman singkong gajah dan porang dengan sistem tumpang sari. Seperti yang dilakukan Surinto, petani asal Desa Sepunggur Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu Kalsel.

Ia mengembangkan sistem tumpang sari antara singkong gajah dan porang di beberapa area lahan miliknya. Terbukti panen kedua tanaman tersebut sangat menghasilkan.

Kadis TPH Kalsel Ir Syamsir Rahman yang langsung datang ke lokasi memberikan dukungan dan apresiasi  atas upaya yang dilakukan Surinto. “Hal seperti ini kita dukung, di area lahan ini  ada dua tanaman yaitu singkong gajah dan porang,” kata Syamsir dalam kunjungan ke Sepunggur Sabtu (13/3).

Keberhasilan penanaman porang dan singkong gajah yang dipadukan terbukti berhasil dengan panen yang melimpah. “Untuk singkong per batang bisa menghasilkan 20 kilogram ubi sementara tanaman porang bisa menghasilkan 5 kilogram per batang pohonnya,” kata Syamsir sembari memperlihatkan hasil panen singkong gajah di kebun milik Surinto.

Ia juga melaporkan kepada Kementan RI atas keberhasilan penanaman singkong gajah dan porang ini. “Kita berharap Kementerian Pertanian dapat lebih meningkatkan alokasi kegiatan untuk pengembangan tanaman singkong gajah dan porang ini di Kalsel,” harap Syamsir.

Dinas TPH Kalsel juga berjanji akan menularkan pengembangan komoditi singkong gajah dan porang kepada para petani lainnya di Kalsel. “Kita akan tularkan  keberhasilan pak Surinto dalam mengembangkan tanaman porang kolaborasi dengan singkong gajah kepada para petani lainnya,” pungkas Syamsir. Ary

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here