Banjarbaru – Pemprov Kalsel menggelar Rakor Ketersediaan Bahan Pokok jelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1442 Hijriah, Selasa (16/3) di ruang Aberani Sulaiman setdaprov Kalsel. Rakor dipimpin Pj Gubernur Kalsel Safrizal ZA dan diikuti sejumlah SKPD Pemprov Kalsel, Pemerintah daerah 13 kabupaten kota, Perbankan, para distributor serta pedagang besar.

Usai acara, kepada wartawan, Pj Gubernur Kalsel Safrizal ZA memastikan, bahwa hasil rakor memastikan 3 hal penting terkait kesiapan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Yakni terkait ketersediaan 11 bahan pokok dan 7 bahan penting lainnya, distribusi serta harga.

“Untuk 11 bahan pokok dan 7 bahan penting, ketersediaan mencukupi hingga April nanti. Dan ini akan terus kita pantau dan koordinasikan untuk stok lebih lanjut, dengan seluruh stakeholder. Pada intinya akan terus kita pantau. Kemudian terkait distribusi, juga sudah kita pastikan lancar untuk jalur darat maupun laut. Termasuk untuk jalan gubernur Syarkawi yang menjadi salah satu jalur utama distribusi di Kalsel, sudah selesai proses pengerasan jalannya, dan sudah dapat dilalui dua jalur,” ujar Safrizal. 

Meski begitu ia mengakui masih ada sejumlah jalan dan jembatan yang mengalami kerusakan, namun sudah diatur untuk memastikan kelancaran distribusi. 

“Baik itu dengan sistem pengurangan tonase, atau dengan pengawalan khusus. Jika masalah ketersediaan dan distribusi ini sudah dapat teratasi, maka harga pun akhirnya dapat dikontrol agar terjangkau masyarakat,” ujarnya.

Safrizal juga  meminta masyarakat untuk ikut membantu memantau masalah ketersediaan pangan ini, termasuk dari rekan media. “Satu SMS pun yang dikeluhkan masyarakat terkait masalah ketersediaan, distribusi dan harga bahan pokok ini, akan kami tanggapi serius,” katanya.

Sementara itu, kepala dinas perdagangan provinsi Kalimantan Selatan Birhasani mengatakan, setidaknya ada 4 komoditas bahan pokok dan 2 bahan penting, yang dikhawatirkan mengalami kenaikan harga jelang Ramadhan dan Idul Fitri kali ini. Yakni harga gula pasir, cabe, bawang merah dan bawang putih, untuk komoditas bahan pokok. Sedangkan untuk bahan penting adalah BBM dan elpiji 3 kilogram.

“Untuk bahan pokok, kita sudah koordinasikan dengan kabupaten kota, untuk mendata daerah – daerah mana saja yang bulan depan akan panen, terutama produk cabe,” kata Birhasani. Hal ini perlu dikoordinasikan mengingat saat ini Kalsel hanya mengandalkan pengiriman cabe dari Sulawesi. Sedangkan dari pulau Jawa, masih terkendala kondisi bencana dan cuaca. Ary

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here