Industri Kalsel Diminta Tekan Impor dan Tak Jual Bahan Mentah

0
162

BANJARMASIN – Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan (Rakortekrenbang) Urusan Perindustrian se provinsi ini, Rabu – Kamis (17 – 18 Maret 2021) di Hotel Rattan Inn Banjarmasin.

Kegiatan bertema “Pemulihkan Kinerja Sektor Industri melalui Peningkatan Daya Saing dan Hilirisasi IndustrI” dan dibuka Penjabat Gubernur Kalsel, Dr Safrizal ZA MSi. 

Safrizal mengatakan, tugas pemerintah daerah atau dinas terkait adalah memberikan kemudahan berinvestasi, pemberian insentif dan promosi-promosi serta pembinaan pelaku usaha melalui kegiatan workshop, seminar, pelatihan dan sebagainya.

Untuk memajukan industri di daerah, Kalsel semampu mungkin diupayakan supaya tidak ada impor atau penjualan bahan mentah. “Kita perlu lebih mengedepankan industri lokal agar tetap hidup untuk itu semampu mungkin tak ada impor atau pun penjualan bahan mentah,” katanya. 

Meningkatkan Kuantitas dan kualitas bahan olahan lokal diyakini jauh memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha di daerah. “Industri olahan tentunya Ditambah inovasi dan memperhatikan pengemasan yang baik,” pesannya.

Safrizal menilai Kalsel memiliki luas lahan yang signifikan dengan potensi penanaman modal yang cukup tinggi sehingga perlu merumuskan jenis-jenis industri yang harus diprioritaskan. 

“Kita harus prioritas di beberapa sektor, agar bisa fokus, termasuk penetapan industri turunannya,” ujar Safrizal.

Sebagai contoh untuk produksi beras selalu surplus. Sementara jagung masih kurang produksinya, bahkan untuk suplai industri pakan ternak hanya bisa disuplai 50 persen.

“Potensi bahan baku, bahan penolong dan tenaga kerja perlu dipetakan untuk patokan  penentuan skala prioritas,” kata Safrizal.

Setelah ada skala prirotas baru tahap perencanaan industri. Dicontohkan industri olahan tepung tapioka atau industri turunan kelapa sawit, bisa berskala besar. Karena bila hanya di tingkat kabupaten/kota, menurutnya, tidak bisa  berskala besar.  

“Kita juga bisa memanfaatkan  permodalan perbankan, untuk menopang kemajuan usaha industri,” Katanya.

Sementara, Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Kalsel, Mahyuni mengatakan, Rakortekrenbang bertujuan meningkatkan koordinasi, harmonisasi dan sinkonisasi penyusunan program kerja pembangunan industri  tahun anggaran 2022.

Melakukan sinergi atas usulan program antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota yang membidangi perindustrian, sinkronisasi dan persamaan persepsi atas peraturantah perindustrian, daln lain-lain. (Ary/Adpim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here