PELAIHARI – Kadisbunnak Kalsel drh Suparmi bersama jajaran memantau langsung progres program Sikomandan (sapi kerbau komoditas andalan negeri) di Pasar Hewan Sarang Halang Pelaihari Kabupaten Tanah Laut, Senin (20/3) tadi. Ikut serta dalam kunjungan tersebut, Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Tala dan jajaran.

Selain melihat langsung perkembangan di Sarang Halang, Suparmi dan rombongan Disbunnak Kalsel juga menyambangi pelayanan kesehatan hewan di Desa Panggung Kecamatan Pelaihari.

Suparmi menyampaikan apresiasinya kepada para stakeholders dan petugas lapangan yang telah mensukseskan program Sikomandan din, Tanah Laut, “Saya berharap semakin banyak sapi yang lahir sehat dan mampu berkembang biak untuk memenuhi kebutuhan daging di Kalsel, khususnya di Tanah Laut,” katanya.

Suparmi menambahkan, program Sikomandan ini, juga merupakan bentuk sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat terwujudnya swasembada daging di Kalimantan Selatan. Berdasar data, Program Sikomandan pada tahun 2020  target  akseptor 40.448 telah lahir sebanyak 27.949. “kalau dihitung secara ekonomi dengan biaya sekitar Rp.11.4 M lebih, telah mendapatkan hasil anak dengan nilai sekitar Rp.260,8 M,” paparnya. Untuk Tahun 2021 program Sikomandan di Provinsi Kalimantan Selatan berdasarkan alokasi dana yang tersedia, sebanyak 27.000 akseptor, dan capaian dari bulan Januari sampai Maret akseptor sebanyak 7.711 ekor, ternak yang bunting sebanyak 7.188 ekor dengan angka kelahiran ternak sebanyak 5.114 ekor.

“Dalam rangka mewujudkan indonesia yang mandiri khususnya dalam pemenuhan pangan asal hewan telah banyak program yang diluncurkan oleh Kementrian Pertanian RI, salah satunya adalah Program Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri ini,” pungkas Suparmi. Ary

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here