Banjarbaru – Proses ujian nanti akan dilakukan tiga metode yaitu secara daring, sebagian ada yang dilakukan secara luring dan bagi sekolah yang tidak bisa melakukan secara luring maupun daring maka akan dilakukan secara penugasan kepada siswa tersebut.

“Bagi sekolah yang melakukan ujian secara luring akan menjalankan Prokes yang ketat yaitu 5M dan untuk guru wajib melakukan Rapid Test Antigen,” kata Pj Gubernur Kalsel Safrizal ZA, saat dialog dengan seluruh Kepala Sekolah SMA/SMK se-Kalsel yang dilaksanakan secara daring di Command Center Banjarbaru, Kamis (25/3) tadi.

Dialog dilakukan Dalam rangka persiapan pelaksanaan Ujian sekolah yang mulai dari tanggal 29 Maret 2021 sampai dengan 10 April 2021. 

Untuk Ujian Nasional di tahun 2021 ditiadakan sesuai dengan surat edaran Menteri Pendidikan Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Peniadaan Ujian Nasional dan Ujian Kesetaraan serta pelaksanaan Ujian Sekolah dalam masa darurat penyebaran corona virus disease (COVID-19).

“karena Ujian Nasional ditiadakan tahun ini, maka untuk kelulusan sekolah siswa SMA/SMK se-Kalsel akan dilakukan Ujian Sekolah”, ujar Pj Gubernur Kalsel.

Ia berharap semoga ujian yang dilaksanakan bisa selesai serta mutu dan kualitas para siswa yang mengikuti ujian tetap sama seperti sekolah yang melakukan pembelajaran tatap muka.

Selain itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Muhammad Yusuf Effendi menjelaskan untuk siswa yang melakukan Ujian Sekolah secara luring, tidak diikuti oleh seluruh siswa yang ada di sekolah. Hanya beberapa siswa yang memiliki koneksi internet yang buruk di tempat tinggal mereka.

“Untuk siswa yang melaksanakan Ujian Sekolah secara luring, karena di tempat tinggal mereka mengalami gangguan koneksi internet seperti di daerah Kabupaten Tanah Bumbu dan harus datang ke sekolah,” pungkasnya. Ary

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here