Banjarmasin – Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian memberikan tenggat waktu 3 bulan bagi masing-masing kepala daerah yang belum membentuk Tim Penanganan Konflik Sosial di wilayahnya masing-masing. “Keseriusan menangani konflik sosial menjadi penting di negara yang sangat plural dan penuh keberagaman ini yang sarat dengan potensi konflik. Saya meminta kepada Kepala Daerah, terutama yang belum memiliki tim penanganan konflik, untuk segera membentuk tim penanganan konflik setidaknya dalam waktu 3 bulan,” tegas Tito Karnavian saat menutup Rapat Kerja Tematik Program Kegiatan se Indonesia di Mahligai Pancasila Banjarmasin Kalsel, Kamis (1/4).

Tito menjelaskan keberadaan tim atau lembaga penanganan konflik didalamnya terdapat 3 tim. Yaitu tim pencegahan, tim penghentian, dan tim pemulihan.

“Salah satu tahapan dalam pemulihan adalah rekonstruksi fisik yang perlu dilaksanakan dengan cepat untuk minimalisir efek trauma yang mungkin dialami oleh masyarakat yang terdampak konflik,” katanya.

Selanjutnya, Tito juga menyampaikan dalam hal penanganan konflik diperlukan sinergi dan kerja sama antara seluruh lapisan, baik dari Pemerintah Pusat, tingkat I dan tingkat II.

Bahkan sampai ke tingkat pemerintahan desa. “Dimana tim penanganan konflik ini dapat dipimpin oleh kepala instansi ataupun kepala daerah untuk saling merekatkan bersinergi,” papar Tito.

Tito juga mengatakan pentingnya identifikasi perbedaan kepentingan dan identifikasi common interest. “Karena kedua hal tersebut adalah dasar dari sistem penanganan konflik,” katanya.

Saat perbedaan kepentingan dan common interest diketahui, tim penanganan konflik dapat mengendalikan atau menekan perbedaan kepentingan dan mengangkat persamaan atau common interest. 

“Tujuan utama yang diharapkan agar pihak yang berkonflik sadar bahwa mereka adalah satu dan tidak seharusnya konflik terjadi,” ujarnya.

Sementara itu Pj Gubernur Kalsel Safrizal ZA,  mengungkapkan apresiasi dan terima kasih atas arahan Mendagri RI Tito Karnavian.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua peserta yang berhadir  baik secara langsung maupun virtual.

“Selaku tuan rumah acara pada hari ini, kami menyambut baik dan mudah-mudahan dapat menjadi penyemangat kita kembali untuk terus melakukan upaya mitigasi sebelum konflik terjadi. Karena sungguh lebih efektif  kiranya kalau mitigasi kita lakukan dibandingkan dengan rehab pasca konflik,” kata Safrizal. (Ary/Ran/Adpim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here