Pendapatan Menurun, Pemprov Kalsel Refocusing Anggaran

0
145

Banjarbaru- Pendapatan asli daerah (PAD) Kalsel pada triwulan pertama tahun 2021 mengalami kontraksi atau minus hingga 20 persen. Penurunan itu dinilai akibat melambatnya ekonomi sejak setahun terakhir imbas dari pandemi Covid 19 ditambah lagi dengan bencana banjir yang melanda berbagai kabupaten/kota di Kalsel pada Januari 2021 lalu.

Kabid Pendapatan Daerah Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kalsel H Rustamaji mengatakan penurunan pendapatan secara siginifikan dalam setahun terakhir dihitung sejak triwulan pertama tahun 2020. “Sementara dampak bencana mengakibatkan kerusakan infrastruktur ditambah lagi masih fluktuatifnya angka penyebaran Covid 19,” jelas Rustam, Rabu (7/4) di Banjarbaru.

Sementara anggaran belanja Pemprov Kalsel mengalami peningkatan signifikan untuk pemulihan berbagai sektor ekonomi yang terdampak bencana, seperti misalnya pemulihan infrastruktur, pertanian, perkebunan dan lainnya. 

Untuk itu Pemprov Kalsel melakukan Refocusing anggaran dari sektor yang dapat dialihkan atau ditunda seperti anggaran perjalanan dinas. Untuk pos anggaran belanja rutin hingga saat ini masih tak mengalami dampak.

Terkait penghapusan PPNbm, menurut Rustam belum dapat mendongkrak pendapatan pajak daerah. “Masih stagnan, nampaknya konsumen belum tertarik untuk investasi ke kendaraan bermotor dengan adanya penghapusan PPNbm ini,” kata Rustam.

Penerimaan BNNKB 1 Kalsel hingga saat ini hanya 94,5 milyar atau baru 17 persen dari target sebesar Rp 545 milyar.

Namun dengan kebijakan baru keluar yaitu relaksasi PPNbm hingga kendaraan bermotor 2500 cc diharapkan dapat meningkatkan tingkat penjualan kendaraan bermotor ke depannya. “Diharapkan adanya perluasan relaksasi PPNbm dapat meningkatkan minat masyarakat akan kendaraan bermotor di jenis 2500 cc,” kata Rustam. Ary

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here