BANJARMASIN – Penjabat Gubernur Kalsel Safrizal ZA melantik dua pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi untuk menjadi penjabat kepala daerah. Dua pejabat itu adalah Ahmad Fidayeen yang juga Kepala Inspektorat Kalsel dilantik jadi Pj Wali Kota BanjarmasIn dan Muhammad Syarifuddin yang juga Kadis Pariwisata menjadi Pj Bupati Kotabaru.

Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung di Mahligai Pancasila, kediaman Gubernur Kalsel di Banjarmasin, Jumat (2/4).

Syarifuddin sebelumnya juga ditunjuk sebagai Plt Bupati Kotabaru saat Pilkada 2020 digelar.

Saat ini, Bupati/Wakil Bupati Kotabaru terpilih pada pilkada 2020 masih menjalani proses pelantikan sebagai kepala daerah definitif setelah MK menolak gugatan sengketa Pilkada setempat.

Sementara di Kota Banjarmasin, hasil kepala daerah terpilih Pilkada 2020 masih harus menunggu hasil pemungutan suara ulang (PSU) di tiga kelurahan, sesuai putusan MK beberapa wakti lalu.

Penjabat Gubernur kelahiran Aceh ini dalam sambutannya menyampaikan pesan-pesan mendalam kepada penjabat kepala daerah dilantik. “kesuksesan penjabat akan diukur setelah tugas dilaksanakan. Karenanya ia minta  kesempatan yang diberikan, kendati dalam waktu singkat, tetap digunakan untuk bekerja secara efektif,” kata Safrizal.

Ia minta kedua penjabat dilantik segera berkoordinasi dengan forkopimda dalam bertugas.

Khusus Pj Wali Kota Banjarmasin yang daerahnya melaksanakan pemungutan suara ulang (PSU), diharapkan mampu menciptakan situasi yang kondusif.

“Jadikan saudara bagian dari solusi, bukan masalah,” ujarnya lagi.

Pengisian kekosongan jabatan  lanjut Safrizal, adalah amanah undang –  undang dan  kewenangan yang diberikan seharusnya digunakan dengan bijak.

Safrizal juga menggarisbawahi, yang harus diselesaikan dalam waktu singkat oleh penjabat adalah mendukung dan melancarkan tertibnya PSU.

Walau sebatas penjabat, tuntutan pelayanan publilk terbaik harus bisa dilakukan. “Jangan membuat saya berdosa karena mengusulkan saudara sebagai penjabat,” pesan Safrizal.

Kasus covid yang masih bertambah, harus ditanggulangi dengan tidak ragu-ragu menggunakan APBD untuk menyelamatkan masyarakat dari ancaman covid-19.

“Jangan mengatakan tidak punya uang,” pesannya.

Sementara, Dayeen mengatakan, ia akan bekerja keras untuk yang terbaik di Kota  Banjarmasin.

Ia juga setuju, keselamatan masyarakat yang tertinggi, dan  harus berani menggunakan anggaran, sepanjang tidak bertentangan dengan aturan.

Dayeen pun berjanji mengawal PSU berjalan baik dan benar. “PSU memang harus menggembirakan masyarakat,” ujarnya.

Sementara Syarifuddin akan menindaklanjuti arahan Pj Gubermur dengan berkoordinasi bersama pihak terkait di wilayah kerjanya.

“Kita akan berkoordinasi dengan KPU  dan DPRD,” ucap Syarifuddin. (sal/Adpim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here